• Senin, 19 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu.(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Upaya meningkatkan minat baca masyarakat terus dilakukan Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar) Kota Balikpapan. Kali ini, pendekatan yang lebih santai dihadirkan melalui program Kafe Literasi, yang memungkinkan masyarakat membaca buku sambil menikmati kopi di halaman kantor perpustakaan.

Kafe Literasi menjadi inovasi baru dalam program Rabu Gaul atau Night at Library yang kembali digelar pada Oktober 2026. Melalui konsep ini, Dispustakar ingin mendekatkan budaya membaca kepada masyarakat, khususnya kalangan remaja dan generasi muda, dengan suasana yang lebih santai dan tidak formal.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar) Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu, mengatakan layanan Rabu Gaul dibuka hingga pukul 21.00 Wita pada Rabu, 14 dan 28 Oktober 2026.

Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, kali ini pengunjung dapat menikmati layanan perpustakaan keliling yang ditempatkan di halaman kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar) bekerja sama dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kopi.

“Kami memberi kesempatan kepada masyarakat Kota Balikpapan yang mungkin tidak ingin membaca di lantai tiga, bisa membaca koleksi buku kami yang ada di perpustakaan keliling sambil ngopi-ngopi cantik itu di Rabu malam di halaman kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan,” ujar Neny, Jumat (16/10/2026).

Menurutnya, konsep tersebut dirancang untuk memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin menikmati buku tanpa harus berada di ruang baca formal. Pengunjung bisa bersantai, menikmati kopi, membaca, hingga berdiskusi bersama teman.

Neny berharap, suasana yang lebih kasual dapat menghilangkan kesan bahwa membaca hanya bisa dilakukan di ruang perpustakaan yang tenang dan formal. Dengan memadukan literasi dan aktivitas nongkrong, perpustakaan diharapkan menjadi ruang publik yang semakin dekat dengan gaya hidup masyarakat masa kini.

“Tujuannya dengan diadakannya Kafe Literasi ini, kami ingin semakin meningkatkan minat baca masyarakat di tengah kesibukan saat ini. Sifatnya lebih santai, lebih kasual, kemudian sambil ngopi juga bisa berdiskusi di tempat kami,” jelasnya.

Untuk mendukung konsep tersebut, koleksi buku yang disediakan melalui perpustakaan keliling disesuaikan dengan karakteristik pengunjung. Jika layanan perpustakaan keliling di kegiatan tertentu lebih banyak menyediakan buku anak, koleksi Kafe Literasi menyasar kalangan remaja hingga dewasa.

Buku-buku yang disiapkan antara lain novel, cerita pendek, serta bacaan pengetahuan populer yang diharapkan menarik minat pengunjung untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif.

Meski demikian, layanan Kafe Literasi memiliki ketentuan tersendiri. Buku yang tersedia di halaman kantor hanya dapat dibaca di tempat dan tidak dibawa pulang.

Bagi pengunjung yang ingin meminjam buku, proses peminjaman tetap dilakukan melalui layanan perpustakaan di lantai tiga gedung utama, agar petugas dapat melakukan pendataan administrasi peminjaman dan pengembalian.

Melalui inovasi ini, Dinas Perpustakaan dan Arsip Balikpapan berharap kegiatan membaca dapat menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat, termasuk di tengah kebiasaan berkumpul dan menikmati kopi.

Kafe Literasi sekaligus menjadi upaya menghadirkan wajah perpustakaan yang lebih terbuka, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda. Dengan begitu, kegiatan nongkrong tidak hanya menjadi ajang bersantai, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan. (Las)



Pasang Iklan
Top