
Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Puryadi.(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Penataan kabel jaringan yang masih semrawut di sejumlah kawasan Kota Balikpapan menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Selain mengganggu estetika kota, keberadaan kabel yang berhamburan dinilai mengurangi kenyamanan masyarakat saat beraktivitas di lingkungan perkotaan.
Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Puryadi, mendorong agar penataan jaringan kabel dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, termasuk melalui pemindahan kabel ke bawah tanah atau sistem underground.
Menurut Puryadi, upaya penataan kabel sebenarnya sudah terlihat di beberapa titik. Namun, hasilnya belum merata sehingga masih banyak kawasan yang membutuhkan pembenahan.
“Harus terus kita menanyakan dan mendorong hal itu secara berkelanjutan, terutama terkait kabel yang ditanam atau kabel bawah tanah,” ujarnya, Jumat (16/10/2026).
Ia menilai, kondisi jaringan kabel di sejumlah wilayah Balikpapan masih jauh dari kata rapi. Kabel yang menjuntai dan berhamburan masih mudah dijumpai, sementara penataan yang lebih tertib baru terlihat di kawasan tertentu.
Puryadi mencontohkan kawasan sekitar Lapangan Bekapai yang mulai terlihat lebih rapi dibandingkan sejumlah wilayah lainnya. Ia juga menilai kawasan Grand City dapat menjadi contoh penataan jaringan utilitas yang lebih tertata.
“Yang baru rapi di sekitar Bekapai saja, sedangkan yang lain masih belum, masih sangat semrawut," katanya.
Menurutnya, penataan kabel seharusnya tidak hanya terpusat di kawasan tertentu, tetapi diperluas secara bertahap ke berbagai wilayah kota. Dengan demikian, upaya mempercantik wajah Balikpapan dapat dirasakan lebih merata.
Ia menegaskan, kerapian jaringan kabel merupakan salah satu aspek penting dalam membangun lingkungan perkotaan yang nyaman. Selain memperbaiki tampilan kota, penataan yang terencana juga diperlukan agar keberadaan infrastruktur jaringan tidak terkesan mengabaikan keteraturan ruang publik.
Puryadi meminta agar upaya penataan kabel terus dikawal dan tidak berhenti pada kawasan yang sudah dibenahi. Koordinasi dan keberlanjutan program dinilai penting agar persoalan kabel semrawut dapat ditangani secara menyeluruh.
“Kalau yang lain-lain, saya rasa masih berhamburan dan semrawut. Dilihat mata saja tidak nyaman,” tutupnya.
Dorongan tersebut menjadi pengingat bahwa penataan infrastruktur perkotaan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan jalan dan fasilitas umum, tetapi juga mencakup kerapian jaringan utilitas yang turut menentukan kualitas lingkungan dan wajah Kota Balikpapan. (Las)