• Senin, 19 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Pemkab Berau



Wakil Bupati Berau, Gamalis.(Foto: Bul/KutaiRaya.com)


BERAU, (KutaiRaya.com): Pengembangan industri pengolahan berbasis sumber daya alam (SDA) dinilai menjadi salah satu peluang bagi Kabupaten Berau untuk memperkuat perekonomian daerah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penjualan bahan mentah.

Kebijakan hilirisasi yang menjadi prioritas pemerintah pusat diharapkan dapat mendorong pemanfaatan potensi lokal secara lebih optimal.

Dengan pengolahan yang dilakukan di daerah, nilai ekonomi komoditas tidak hanya berhenti pada tahap produksi, tetapi juga memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Dalam kesempatannya, Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan daerah ini memiliki kekayaan sumber daya alam dari berbagai sektor, mulai dari pertambangan, perkebunan, perikanan hingga pertanian.

Potensi tersebut perlu dikembangkan melalui industri pengolahan agar menghasilkan produk dengan nilai jual yang lebih tinggi.

“Hilirisasi harus mampu memberikan nilai tambah bagi daerah,” ujarnya.

Menurut Gamalis, pembangunan ekonomi Berau ke depan perlu diarahkan pada penguatan sektor hilir. Dengan begitu, kekayaan alam yang dimiliki daerah dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar, baik melalui peningkatan daya saing produk lokal maupun penciptaan lapangan kerja baru.

Selama ini, Berau dikenal sebagai salah satu daerah penghasil batu bara di Kalimantan Timur. Namun, pengembangan ekonomi dinilai tidak bisa terus bertumpu pada satu komoditas. Diversifikasi melalui sektor lain yang potensial menjadi langkah penting untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi.

Gamalis menilai sektor perikanan, perkebunan, dan pertanian memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi industri pengolahan. Hasil perikanan, misalnya, dapat diolah menjadi beragam produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan jika hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.

Peluang serupa juga terdapat pada komoditas perkebunan, seperti kelapa sawit dan kakao, serta berbagai hasil pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri lokal.

“Kami ingin pengolahannya juga dilakukan di Berau,” kata Gamalis.

Ia menjelaskan, keberadaan industri pengolahan di daerah berpotensi memberikan manfaat berlapis bagi perekonomian. Selain meningkatkan nilai tambah komoditas, kegiatan industri juga dapat menyerap tenaga kerja, membuka peluang usaha baru, serta memperluas pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Dengan rantai produksi yang lebih panjang di dalam daerah, perputaran ekonomi kita harapkan semakin meningkat dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan masyarakat,” ucapnya.

Meski demikian, Gamalis menegaskan bahwa pengembangan hilirisasi tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan bahan baku. Dukungan infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia, serta kemudahan berinvestasi juga diperlukan agar industri pengolahan dapat tumbuh dan beroperasi secara berkelanjutan.

Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat turut menjadi faktor penting dalam mewujudkan pengembangan industri berbasis potensi lokal.

Pemkab Berau, lanjut Gamalis, terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk menarik minat investor. Upaya tersebut tetap diarahkan agar sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan menjaga kelestarian lingkungan.

“Melalui pengembangan hilirisasi, kita juga berharap potensi sumber daya alam yang selama ini menjadi kekuatan daerah dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih merata, sekaligus menjadi landasan bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih beragam di masa mendatang,” pungkasnya. (Adv/Bul)



Pasang Iklan
Top