
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, Rabu (14/10/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Maraknya penggunaan rokok elektrik atau vape, khususnya di kalangan remaja dan pelajar, menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim). Pengawasan dinilai perlu diperketat agar mengantisipasi penyalahgunaan vape sebagai sarana peredaran narkotika maupun zat berbahaya lainnya.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan, meningkatnya penggunaan vape di tengah masyarakat, termasuk pada pelajar tingkat SMP dan SMA, harus direspons melalui langkah pencegahan yang melibatkan berbagai pihak.
Menurut Seno, pengawasan terhadap vape tidak cukup hanya dilakukan pada aktivitas perdagangan dan distribusinya. Kandungan cairan yang digunakan juga perlu mendapat perhatian untuk mencegah potensi penyalahgunaan zat terlarang.
"Langkah pencegahan harus dimulai sedini mungkin. Jangan sampai kita baru bertindak ketika persoalan ini sudah semakin meluas," ujarnya, Rabu (14/10/2026).
Ia menjelaskan, pemberantasan dan pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada BNN. Diperlukan kerja sama antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, lembaga pendidikan, keluarga, serta seluruh elemen masyarakat.
Salah satu langkah yang dinilai penting adalah memperluas edukasi mengenai bahaya narkoba dan risiko penggunaan vape, terutama bagi anak-anak usia sekolah.
Dirinya menilai pemahaman mengenai dampak penggunaan rokok elektrik perlu diberikan sejak jenjang pendidikan dasar hingga menengah. Terlebih, cairan vape yang tidak diketahui secara pasti kandungannya berpotensi membahayakan kesehatan penggunanya.
Dengan edukasi yang berkelanjutan, para pelajar diharapkan memiliki kesadaran agar menghindari penggunaan produk yang berisiko serta tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Selain menyoroti penggunaan vape, ia juga mengingatkan adanya potensi peredaran narkoba melalui wilayah perbatasan Kalimantan Timur.
Ia meminta seluruh instansi terkait meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap jalur-jalur tidak resmi yang berpotensi dimanfaatkan sebagai akses penyelundupan barang terlarang.
Menurutnya, penguatan koordinasi antarlembaga menjadi langkah penting agar pengawasan di wilayah perbatasan dapat berjalan lebih efektif, baik dalam upaya pencegahan maupun penindakan.
Pemprov Kaltim, siap memberikan dukungan terhadap berbagai program dan langkah strategis BNN bersama kepolisian serta instansi terkait dalam menekan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di daerah.
Melalui FGD tersebut, ia berharap seluruh peserta tidak hanya bertukar pandangan, tetapi juga mampu merumuskan langkah nyata yang dapat diterapkan agar memperkuat pengawasan vape.
Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan mencakup identifikasi kelemahan pengawasan, pembagian tanggung jawab masing-masing lembaga, serta penyusunan langkah tindak lanjut yang terukur.
"Kami berharap forum ini dapat memperkuat komitmen bersama, sehingga langkah pencegahan dan pengawasan yang dilakukan memberikan manfaat nyata, terutama dalam melindungi masyarakat dan generasi muda kita," pungkasnya. (*Yud)