• Senin, 19 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Proses pencarian korban di TKP, Rabu (14/10/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Warga di Jalan Kartini, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dikejutkan kobaran api yang melahap sejumlah rumah, pada Rabu (14/10/2026) dini hari tadi.

Petugas pemadam kebakaran berjibaku selama sekitar 45 menit untuk menjinakkan api di kawasan permukiman padat tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar, Fida Hurasani mengatakan, pihaknya mengerahkan 7 unit pemadam kebakaran yang berada di wilayah Tenggarong untuk menangani kejadian tersebut.

Menurutnya, berdasarkan informasi awal di lapangan, jumlah bangunan yang terdampak diperkirakan kurang dari 10 rumah.

Namun, jumlah pasti rumah yang terbakar masih menunggu pendataan lebih lanjut bersama pihak terkait.

"Kurang lebih di bawah 10 rumah. Saya sudah meminta agar dilakukan penghitungan, tetapi datanya belum bisa dipastikan. Nanti perlu dikonfirmasi lagi dengan ketua RT setempat," ujar Fida saat ditemui di lokasi kejadian.

Ia menjelaskan, proses pemadaman berlangsung sekitar 45 menit.

Salah satu kendala yang dihadapi petugas saat itu melihat kondisi permukiman yang padat dengan akses jalan sempit, sehingga menyulitkan pergerakan petugas dan kendaraan pemadam.

Selain itu, ketersediaan air juga menjadi perhatian dalam penanganan kebakaran tersebut.

Namun hal tersebut masih dapat teratasi mengingat keberadaan sumber air yang memadai sangat membantu petugas menjangkau titik api dan mempercepat proses pemadaman.

"Kalau sumber air tersedia, kami bisa bergerak masuk ke mana saja untuk melakukan pemadaman. Kawasannya padat, sehingga akses dan ketersediaan air menjadi hal yang penting," katanya.

Ia menegaskan, ancaman kebakaran di kawasan permukiman dapat terjadi kapan saja.

Karena itu, kesiapsiagaan personel dan kondisi kendaraan pemadam harus selalu dijaga agar dapat segera dikerahkan saat menerima laporan.

Ia memastikan personel Damkarmatan tetap bersiaga dan unit yang digunakan dalam penanganan kejadian tersebut dalam kondisi siap beroperasi.

"Dalam konteks kesiapsiagaan, kita tidak pernah bisa menjamin kebakaran tidak akan terjadi lagi. Ancaman kebakaran permukiman selalu ada. Karena itu, seluruh personel harus siap dan unit pemadam harus dalam kondisi baik," tuturnya.

Di tengah proses penanganan, petugas mendapatkan laporan adanya 2 anak hilang saat terjadinya kebakaran.

Dengan adanya informasi tersebut, pihaknya bersama kepolisian menelusuri informasi mengenai dugaan adanya dua anak yang belum ditemukan

Selain itu, ada seorang warga dewasa mengalami luka bakar.

Ia mengemukakan, informasi mengenai anak hilang masih harus dipastikan melalui pengecekan di lapangan dan koordinasi dengan pihak terkait.

Ia meminta anggotanya memastikan informasi mengenai kemungkinan korban maupun warga yang belum ditemukan agar tidak menimbulkan kabar simpang siur di tengah masyarakat.

"Informasi itu masih kami telusuri. Saya sudah meminta beberapa anggota memastikan langsung di lapangan. Kalau sudah ada kepastian, segera dilaporkan agar tidak menimbulkan isu yang tidak jelas," ujarnya.

Sementara itu, pendataan terhadap jumlah rumah dan kendaraan yang terdampak juga masih berlangsung.

Petugas tetap melakukan pemantauan di lokasi untuk memastikan kondisi benar-benar aman dan tidak ada potensi api kembali menyala.

Dari pantauan wartawan KutaiRaya.com di lokasi kebakaran, setelah api padam, para kepolisian bersama pihak terkait melakukan pencarian mengenai adanya informasi 2 anak hilang tersebut.

Waktu terus berjalan, pihak kepolisian bersama pihak terkait menemukan indikasi bahwa benar adanya 2 anak-anak yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Dan ternyata benar, kabar duka datang dari 2 orang anak yang sebelumnya diinformasikan menghilang dan saat itu ditemukan meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

Saat itu jasad kedua anak itu langsung dilarikan ke rumah sakit untuk proses pemakaman.

Mengingat keadaan di lapangan kurang kondusif, saat ini wartawan belum menerima keterangan resmi dari pihak manapun, baik dari kepolisian, damkar, dan lainnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top