• Senin, 19 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kunjungan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Balikpapan ke Pemerintah Kota Balikpapan, Selasa (13/10/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Memahami pengelolaan keuangan daerah tidak cukup hanya melalui teori di ruang kuliah. Mahasiswa perlu melihat langsung bagaimana pemerintah menyusun anggaran dan menetapkan kebijakan publik. Hal inilah yang menjadi fokus kunjungan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Balikpapan (Uniba) ke Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mendapatkan materi langsung dari Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengenai proses penganggaran keuangan daerah, termasuk mekanisme penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas pemahaman mengenai tata kelola pemerintahan, sekaligus menghubungkan ilmu yang dipelajari di kampus dengan praktik penyelenggaraan pemerintahan di lapangan.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Uniba, Dwi Susilowati, mengatakan kunjungan tersebut berkaitan dengan sejumlah mata kuliah yang relevan dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah, khususnya pengelolaan dan penganggaran keuangan publik.

“Ini untuk menyelaraskan teori dengan praktik di dunia nyata, khususnya di Pemkot Balikpapan,” ujarnya, di Auditorium Balai Kota Balikpapan, pada hari Selasa (13/10/2026).

Menurut Dwi, pembelajaran langsung tidak hanya dilkunjungan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Balikpapan (Uniba) ke Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan.akukan di lingkungan pemerintah kota.

Mahasiswa juga mengunjungi DPRD Balikpapan serta sejumlah perusahaan swasta untuk mendapatkan gambaran mengenai penerapan ilmu ekonomi, bisnis, dan akuntansi di berbagai sektor.

Ia menilai, keterbukaan informasi pemerintah menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai kebijakan publik. Dengan memperoleh penjelasan langsung dari pemangku kebijakan, mahasiswa diharapkan dapat memahami persoalan yang ingin mereka kritisi secara lebih mendalam.

Dwi juga menekankan pentingnya penguatan literasi mahasiswa agar aspirasi yang disampaikan didukung pengetahuan dan pemahaman yang memadai.

“Dengan penjelasan Pak Wawali, mudah-mudahan bisa memperkaya pengetahuan mereka, khususnya tentang pemerintahan daerah Kota Balikpapan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan kunjungan tersebut menjadi kegiatan pertama bagi Pemkot Balikpapan dalam menerima mahasiswa untuk mengikuti kuliah langsung mengenai penganggaran keuangan daerah.

Ia berharap materi yang diberikan dapat menambah wawasan mahasiswa, terutama bagi mereka yang selama ini lebih banyak mempelajari akuntansi dan keuangan secara umum.

Bagus menyebutkan, informasi mengenai APBD yang telah ditetapkan juga dapat diakses melalui situs resmi Pemkot Balikpapan. Keterbukaan ini diharapkan membantu masyarakat, termasuk mahasiswa, memahami proses pengelolaan keuangan daerah.

Selain itu, ia menegaskan bahwa kalangan akademisi memiliki ruang untuk berkontribusi dalam pembangunan melalui keterlibatan pada proses penyusunan kebijakan dan peraturan daerah.

Menurut Bagus, Pemkot Balikpapan melibatkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi dalam uji publik rancangan peraturan untuk memperoleh masukan, saran, serta kritik yang konstruktif.

“Tidak mungkin pemerintah kota dan DPRD berjalan sendiri. Kita melibatkan masyarakat supaya hasil dari apa yang sudah ditetapkan benar-benar memberikan manfaat dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat yang ada di Kota Balikpapan,” jelasnya. (Las)



Pasang Iklan
Top