
Foto bersama setelah penilaian Akreditasi, Selasa (13/10/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Rumah Sakit (RS) Primecare Samarinda menjalani survei akreditasi perdana sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien. Pihak rumah sakit optimistis mampu meraih predikat akreditasi paripurna meskipun keputusan akhir masih menunggu hasil penilaian lembaga akreditasi.
Proses survei tersebut dilakukan dua surveyor dari Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM-KPRS), yakni dr. Simson asal Pontianak dan dr. Aryanti R. Bamahry asal Makassar.
Surveyor LAM-KPRS, dr. Simson, menjelaskan, RS Primecare Samarinda telah memenuhi persyaratan untuk mengikuti akreditasi setelah menjalankan kegiatan operasional selama kurang lebih enam bulan.
Menurutnya, akreditasi merupakan tahapan penting agar memastikan seluruh pelayanan rumah sakit berjalan sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
"Karena ini merupakan akreditasi pertama, tentu ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Rumah sakit ini sudah beroperasi sekitar enam bulan sehingga dinilai telah memenuhi ketentuan untuk mengikuti proses akreditasi," ujarnya, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan akreditasi dilakukan melalui dua tahapan, yakni survei secara daring dan kunjungan langsung atau luring.
Pada tahap pertama, tim surveyor melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan dokumen yang mencakup 15 bab standar akreditasi rumah sakit.
Selanjutnya, pemeriksaan dilanjutkan dengan survei lapangan selama dua hari untuk memastikan kesesuaian antara dokumen administrasi dan penerapannya dalam pelayanan sehari-hari.
"Penilaian bukan hanya melihat apakah dokumennya lengkap, tetapi juga memastikan pelaksanaan pelayanan, kualitas sumber daya manusia, hingga fasilitas rumah sakit benar-benar sesuai standar Kementerian Kesehatan," jelasnya.
Dirinya mengungkapkan, berdasarkan hasil pengamatan sementara, secara umum RS Primecare Samarinda telah menunjukkan pemenuhan standar pelayanan yang diharapkan.
Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan predikat akreditasi yang akan diperoleh rumah sakit tersebut.
"Secara keseluruhan, standar pelayanan yang kami lihat pada umumnya sudah memenuhi harapan. Namun, untuk hasil akhirnya belum bisa kami sampaikan karena keputusan berada di lembaga akreditasi bersama Kementerian Kesehatan," terangnya.
Ia menegaskan, tugas surveyor hanya melakukan pemeriksaan, penelusuran, dan menyusun laporan berdasarkan kondisi yang ditemukan selama proses penilaian.
Seluruh hasil tersebut kemudian disampaikan kepada LAM-KPRS untuk dilakukan evaluasi sebelum penetapan status akreditasi.
Adapun hasil akreditasi diperkirakan dapat diketahui dalam waktu sekitar 14 hari sejak pelaksanaan survei.
"Setelah survei selesai, kami akan melakukan rekapitulasi hasil penilaian. Selanjutnya laporan diserahkan kepada lembaga akreditasi. Kurang lebih 14 hari sudah dapat diketahui apakah rumah sakit memperoleh predikat madya, utama, atau paripurna," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Akreditasi RS Primecare Samarinda, Rahmayanti, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan selama empat hingga enam bulan terakhir.
Persiapan tersebut melibatkan sekitar 17 hingga 20 orang yang tergabung dalam tim akreditasi, dengan pembagian tugas berdasarkan 15 bab standar penilaian.
Menurutnya, persiapan tidak hanya berfokus pada kelengkapan dokumen administrasi, tetapi juga peningkatan pemahaman tenaga kesehatan, kesiapan fasilitas, serta penerapan standar pelayanan kepada pasien.
"Persiapan sudah kami lakukan sekitar empat sampai enam bulan. Kami membentuk tim yang menangani masing-masing standar, mulai dari manajemen, pelayanan pasien, dokumen, hingga kesiapan petugas dan fasilitas rumah sakit," katanya.
Rahmayanti menjelaskan, seluruh persiapan mengacu pada Standar Akreditasi Rumah Sakit yang berlaku, termasuk ketentuan dalam standar tahun 2024.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu disempurnakan. Namun, dukungan manajemen dan kerja sama seluruh tim menjadi modal penting bagi rumah sakit agar mencapai hasil maksimal.
"Kami cukup optimistis karena tim sudah bekerja keras dan mendapat dukungan penuh dari pimpinan rumah sakit. Secara pribadi tentu harapannya bisa mendapatkan predikat paripurna, meskipun keputusan akhirnya tetap kami serahkan kepada lembaga akreditasi," tukasnya.
Dirinya menegaskan, akreditasi bukan sekadar mengejar predikat tertinggi, melainkan menjadi tolok ukur kualitas pelayanan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit.
Menurutnya, hasil akreditasi juga akan menjadi bahan evaluasi agar memperbaiki berbagai aspek pelayanan yang masih membutuhkan penyempurnaan.
"Prioritas utama kami sebenarnya adalah peningkatan mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Akreditasi menjadi gambaran sejauh mana standar pelayanan sudah diterapkan. Dengan pelayanan yang semakin baik, tentu kepercayaan masyarakat juga akan meningkat," jelasnya.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan, akreditasi diharapkan membuka peluang kerja sama lebih luas dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan, penyedia asuransi, serta program jaminan kesehatan.
Ia menyebutkan, saat ini RS Primecare Samarinda telah menjalin kerja sama dengan sekitar 34 perusahaan asuransi. Jumlah tersebut berpotensi bertambah seiring proses penjajakan kerja sama yang masih berlangsung.
Sementara untuk kerja sama dengan BPJS Kesehatan, pihak rumah sakit masih mempersiapkan sejumlah persyaratan yang diperlukan.
"Saat ini kami memang belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Namun, akreditasi tentu menjadi salah satu langkah penting untuk membuka peluang kerja sama ke depan. Kami juga sudah bekerja sama dengan sekitar 34 asuransi dan masih ada beberapa yang dalam proses," ungkapnya.
Ia berharap, hasil akreditasi nantinya semakin memperkuat posisi RS Primecare Samarinda sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang mampu memberikan layanan berkualitas bagi masyarakat.
"Kalau nantinya bisa meraih predikat paripurna, tentu itu menjadi nilai tambah yang sangat baik. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana kualitas pelayanan kami terus meningkat dan masyarakat semakin percaya," pungkasnya.
Pada pelaksanaan survei tersebut, Direktur RS Primecare Samarinda, dr. Boy Eduard Richard Wajong, turut mendampingi tim surveyor selama berlangsungnya seluruh tahapan akreditasi, mulai dari proses awal hingga pemeriksaan akhir.
Kehadiran jajaran manajemen rumah sakit menjadi bagian dari dukungan terhadap proses penilaian sekaligus komitmen agar terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien di RS Primecare Samarinda. (*Yud)