
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana.(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Kualitas udara di Kota Balikpapan masuk kategori tidak sehat pada Senin (12/10/2026) pagi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan mencatat indeks kualitas udara mencapai 107 pada pukul 06.00 Wita, kemudian meningkat menjadi 109 pada pukul 07.00 Wita.
Kondisi ini membuat DLH berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Balikpapan untuk membahas langkah antisipasi, termasuk kemungkinan penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa.
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan kondisi kualitas udara pada hari ini mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya yang masih berada dalam kategori sedang. “Kalau kemarin masih sedang, hari ini sudah tidak sehat,” ujarnya, pada hari Senin, 12 Oktober 2026.
Menurut Dirman sapaan karib Sudirman Djayaleksana, hasil pemantauan tersebut berasal dari Stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS) milik DLH Balikpapan. Pengukuran dilakukan secara berkala karena kondisi kualitas udara dapat berubah setiap jam.
“Pagi tadi pukul 06.00, angka AQMS mencapai 107. Setelah kami cek kembali pada pukul 07.00, angkanya naik menjadi 109,” jelasnya.
DLH terus memantau perkembangan kualitas udara untuk mengetahui perubahan kondisi dari waktu ke waktu. Informasi hasil pemantauan juga disampaikan melalui akun Instagram resmi DLH Balikpapan agar masyarakat dapat mengetahui kondisi udara terkini.
Sudirman menegaskan, rencana penerapan PJJ masih dalam tahap pembahasan. DLH telah berkoordinasi dengan Disdik dan akan melakukan rapat untuk mempertimbangkan langkah yang perlu diambil sesuai perkembangan kualitas udara.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Disdik. Nanti akan dirapatkan untuk membahas kemungkinan PJJ. Namun, ini masih kemungkinan dan perlu dibahas terlebih dahulu,” katanya.
Selain dengan Disdik, koordinasi juga dilakukan bersama Dinas Kesehatan untuk mengantisipasi dampak kualitas udara terhadap kesehatan masyarakat.
Di tengah kondisi udara yang masuk kategori tidak sehat, DLH mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan polusi udara, terutama partikulat halus yang dapat masuk ke saluran pernapasan.
Kelompok sensitif, seperti anak-anak, Lanjut Usia (Lansia), serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung, diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak juga disarankan membatasi kegiatan fisik di luar rumah selama kualitas udara belum membaik.
“Bagi masyarakat yang tidak perlu melakukan aktivitas fisik di luar rumah, lebih baik berada di dalam rumah saja,” imbau Dirman.
Ia menambahkan, pemantauan akan terus dilakukan mengingat angka kualitas udara pada pagi hari dapat berubah pada pukul berikutnya. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak hanya mengacu pada satu hasil pengukuran, tetapi mengikuti perkembangan informasi terbaru.
DLH mengingatkan masyarakat untuk memeriksa kondisi kualitas udara terkini sebelum beraktivitas di luar ruangan. Informasi dapat diakses melalui Instagram resmi DLH Kota Balikpapan dan Instagram Pemerintah Kota Balikpapan, aplikasi ISPU.Net, serta situs resmi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup.
Masyarakat juga diimbau menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel di udara, membatasi aktivitas luar ruangan jika kualitas udara memburuk, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan yang berat.
Kondisi udara yang berkabut pada pagi hari juga dirasakan warga Balikpapan. Seorang warga, Tri, mengatakan suasana udara saat beraktivitas di luar rumah terasa berbeda dibandingkan biasanya.
Ia mengaku merasakan kondisi udara yang kurang segar ketika berkendara pada pagi hari. "Saya antisipasi sendiri saja, kalau keluar saya pakai masker karena memang udaranya tidak seperti biasa,” ungkap Tri. (Las)