
Laga Badminton Dokter Balikpapan yang digelar IDI Cabang Balikpapan di GOR Bulu Tangkis Balikpapan Tennis Stadium, Minggu (11/10/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Para dokter di Kota Balikpapan tidak hanya menunjukkan kompetensi di bidang medis, tetapi juga kemampuan dan semangat berkompetisi di bidang olahraga. Hal ini terlihat dalam Laga Badminton Dokter Balikpapan yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Balikpapan di GOR Bulu Tangkis Balikpapan Tennis Stadium, Minggu (11/10/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 IDI tersebut bertujuan mendorong para dokter agar tetap aktif berolahraga sekaligus membuka peluang lahirnya atlet berprestasi dari kalangan tenaga medis, khususnya di cabang bulu tangkis.
Ketua Koordinator Laga Badminton Dokter Balikpapan, dr. Noviana Indarti, Sp.OG, mengatakan kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi para dokter untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang olahraga di tengah kesibukan menjalankan profesi.
“Harapannya, para dokter tidak hanya unggul di bidang medis, tetapi juga aktif dalam bidang olahraga. Kami ingin ada dokter-dokter yang berprestasi di bidang olahraga, khususnya bulu tangkis,” ujarnya.
Noviana menjelaskan, kegiatan olahraga bagi dokter tidak hanya dilaksanakan saat peringatan HUT IDI. Pihaknya juga mengadakan turnamen bulu tangkis antarrumah sakit yang dijadwalkan sekitar April mendatang.
Turnamen tersebut diharapkan melibatkan peserta dari berbagai daerah, tidak hanya rumah sakit di Balikpapan, tetapi juga dari Kabupaten Paser, Samarinda, Penajam Paser Utara (PPU), hingga Bontang.
Selain bulu tangkis, IDI Balikpapan juga menjadwalkan pertandingan padel pada 18 Oktober 2026 di Padel Club Balikpapan. Beragam kegiatan olahraga ini diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan, untuk mempererat kebersamaan sekaligus menjaga kebugaran para dokter.
IDI Balikpapan juga merencanakan penyelenggaraan Pekan Olahraga IDI antarcabang se-Kalimantan Timur dengan Balikpapan sebagai calon tuan rumah. Para pemenang dari kompetisi yang digelar di tingkat lokal diharapkan dapat melanjutkan perjuangan dan mewakili Balikpapan pada ajang tingkat provinsi.
Dalam laga badminton kali ini, pasangan dr. Edwin Suak, Sp.RM dan dr. Christiani M., Sp.JP berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua diraih pasangan dr. Sakti dan dr. Dyah.
Sementara itu, posisi juara ketiga bersama diraih pasangan dr. Septrian, Sp.JP dan dr. Winda, serta pasangan dr. Ronny dan dr. Fira.
Salah satu yang menarik perhatian dalam pertandingan tersebut adalah keberhasilan dr. Edwin Suak, Sp.RM, yang tetap mampu menunjukkan performa terbaik meski telah berusia 60 tahun.
Edwin mengungkapkan bahwa bulu tangkis bukan olahraga yang baru digelutinya. Ia sudah sering bermain, bahkan di luar momentum peringatan HUT IDI.
Menurutnya, usia bukan alasan untuk berhenti beraktivitas dan menjaga kebugaran. Ia berharap kegiatan olahraga seperti ini terus dilaksanakan dan dapat menjadi inspirasi bagi dokter lainnya untuk tetap aktif.
“Kalau kita tidak sehat, bagaimana kita mau mengobati orang lain? Kita harus sehat dulu, baru bisa mengobati orang lain,” ungkapnya.
Ia juga mengajak para dokter, termasuk yang telah memasuki usia lanjut, untuk tidak kehilangan semangat dalam berolahraga. Baginya, menjaga kesehatan merupakan bagian penting agar tetap dapat menjalankan profesi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, IDI Balikpapan berharap budaya hidup sehat semakin tumbuh di kalangan dokter. Selain mempererat silaturahmi, olahraga juga menjadi sarana untuk menjaga kebugaran agar para dokter tetap prima dalam menjalankan tugas kemanusiaan. (Las)