• Sabtu, 10 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



‎Prestasi Gulat Kukar di PON Bela Diri 2025.(Foto: Dok. Gulat Kukar)
‎
‎
‎TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Atlet yang pernah meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) tidak diperbolehkan tampil pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) 2026.

Aturan ini menjadi perhatian sejumlah cabang olahraga, termasuk para cabor di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
‎
‎Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni mengatakan, ketentuan tersebut berdasarkan informasi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim.

Atlet yang telah meraih prestasi juara di PON tidak diperkenankan bertanding pada Porprov Kaltim 2026.
‎
‎Ia mengaku telah menerima informasi tersebut saat berkomunikasi dengan sejumlah pihak, termasuk pengurus cabang olahraga gulat Kukar.

Bahkan, ada atlet gulat Kukar yang dipastikan tidak bisa tampil karena pernah meraih medali emas di PON.
‎
‎"Informasi dari KONI Kaltim, atlet yang sudah memiliki prestasi juara di PON tidak dibenarkan bermain di Porprov. Kami bertemu dengan kawan-kawan gulat dan memang ada satu atlet yang tidak bisa tampil karena sudah memperoleh emas di PON," ujar Aji Ali Husni, Sabtu (10/10/2026).
‎
‎Menurutnya, ketentuan tersebut berlaku bagi atlet yang telah meraih prestasi juara di PON.

Sementara atlet yang pernah mengikuti PON tetapi tidak mendapatkan medali masih berpeluang tampil di Porprov, sepanjang memenuhi persyaratan yang berlaku.
‎
‎Ia menilai aturan tersebut dapat dilihat dari sisi positif, terutama untuk mendorong pemerataan persaingan dan memberikan kesempatan kepada atlet lain untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
‎
‎Ia berharap dengan tidak tampilnya atlet yang telah memiliki prestasi juara di tingkat nasional, persaingan di Porprov dapat berlangsung lebih kompetitif dan memberikan ruang bagi atlet daerah lainnya untuk meraih prestasi.
‎
‎"Kalau kita melihat dari sisi positif, ini bisa memberikan semangat dan motivasi kepada atlet-atlet lainnya. Mereka bisa berkompetisi secara sehat dan terpacu untuk menjadi juara di cabang olahraga masing-masing," ujarnya.
‎
‎Ia menambahkan persaingan dengan atlet yang telah berprestasi di tingkat nasional tentu menjadi tantangan tersendiri bagi atlet lainnya.

Karena itu, pembatasan tersebut diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi atlet daerah untuk berkembang dan meningkatkan prestasi.
‎
‎Meskipun demikian, penerapan aturan tersebut juga memunculkan perhatian mengenai pembinaan atlet yang telah berhasil mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.

Pasalnya, atlet berprestasi tetap membutuhkan dukungan agar mampu mempertahankan capaian mereka pada ajang berikutnya.
‎
‎Sementara itu, Sekretaris Gulat Kukar, M. Juliharto menyatakan pihaknya menerima ketentuan yang melarang atlet peraih medali emas PON tampil di Porprov Kaltim 2026.
‎
‎Namun, ia berharap KONI Kaltim juga memikirkan langkah lanjutan untuk menjaga konsistensi prestasi atlet yang telah meraih emas di tingkat nasional tersebut.
‎
‎Menurutnya, atlet yang telah mencapai prestasi tinggi tetap membutuhkan dukungan pembinaan, termasuk bantuan biaya penunjang latihan agar mereka dapat terus berlatih secara optimal.
‎
‎"Kami pada dasarnya menerima aturan tersebut. Akan tetapi, seharusnya KONI Kaltim juga memiliki kebijakan terkait langkah panjang bagi atlet peraih emas PON, agar mereka tetap konsisten menjaga prestasi," ujarnya.
‎
‎Ia mengusulkan adanya dana penunjang prestasi bulanan bagi atlet peraih medali emas PON.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan latihan sekaligus menjadi bentuk perhatian terhadap atlet yang telah mengharumkan nama daerah.
‎
‎Ia menilai dukungan berkelanjutan penting agar atlet tetap memiliki motivasi dan tanggung jawab untuk mempertahankan prestasi pada kejuaraan nasional berikutnya.
‎
‎"Dengan kebijakan jangka panjang atlet peraih emas PON agar konsisten dalam menjaga prestasi dengan memberikan DANA Penunjang Prestasi Bulanan Bagi atlit peraih Emas PON sebagai penunjang Latihan atlet tersebut," ucapnya.
‎
‎Tujuannya, lanjut dia, agar para atlet dapat lebih konsisten dan memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan Medali Emas PON Selanjutnya," ucapnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top