• Sabtu, 10 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo saat menghadiri kegiatan Open House dan Kidpreneur di Sekolah Islam Terpadu Bintang Bangsa, Balikpapan Utara, Sabtu (10/10/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Membangun generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 perlu dimulai sejak anak berusia dini. Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mendorong orang tua memberikan ruang bagi anak untuk bereksplorasi, membangun karakter, serta menumbuhkan kecintaan terhadap literasi sejak usia 3–5 tahun.

Pesan tersebut disampaikan Bagus saat menghadiri kegiatan Open House dan Kidpreneur di Sekolah Islam Terpadu (SIT) Bintang Bangsa, Balikpapan Utara, Sabtu (10/10/2026).

Menurutnya, masa usia dini merupakan periode penting untuk membentuk keberanian, kemandirian, dan karakter anak sebagai calon pemimpin masa depan.

Bagus menilai, anak-anak perlu diberi kesempatan untuk mengenal lingkungan dan mencoba berbagai aktivitas yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Orang tua tidak seharusnya terlalu membatasi ruang gerak anak selama kegiatan tersebut dilakukan dengan memperhatikan keselamatan.

“Tidak usah dilarang-larang, tidak usah dibatasi. Biarkan saja mereka mengeksplorasi apa yang mereka lihat, apa yang mereka dengar, dan apa yang mereka lakukan,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberanian dan karakter menjadi modal penting bagi anak untuk menghadapi tantangan pada masa mendatang. Karena itu, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga harus membangun akhlak dan kepribadian.

Bagus mengapresiasi pendidikan karakter dan akhlak yang diterapkan Sekolah Bintang Bangsa. Menurutnya, nilai-nilai tersebut perlu diperkuat melalui sinergi antara sekolah dan keluarga.

Selain pendidikan karakter, Bagus menyoroti pentingnya peran orang tua dalam membangun kebiasaan membaca sejak anak masih kecil.

Ia mengajak para orang tua membiasakan membacakan dongeng sebelum tidur sebagai langkah sederhana untuk menumbuhkan minat baca sekaligus mempererat kedekatan dengan anak.

“Paling tidak bacakan dongeng sebelum tidur. Ini harus menjadi kewajiban orang tua. Karena ini akan menggugah dan memotivasi anak-anak kita untuk gemar literasi, gemar membaca,” katanya.

Menurut Bagus, kebiasaan tersebut dapat dilakukan secara bergantian oleh ayah maupun ibu. Dengan pendampingan yang konsisten, anak diharapkan tumbuh dengan ketertarikan terhadap buku dan kegiatan membaca.

Ia juga mengingatkan orang tua agar tidak menjadikan telepon seluler sebagai cara instan untuk menenangkan anak ketika menangis.

“Main handphone harus dibatasi. Kadang-kadang kalau anaknya menangis, langsung diberikan handphone. Itu tidak benar sebenarnya,” tegasnya.

Bagus mendorong keluarga mengajak anak melakukan aktivitas yang melibatkan lingkungan sekitar agar waktu bermain tidak selalu bergantung pada gawai.

Sementara itu, Pengawas Yayasan Insan Kamil Beriman, selaku Pendiri SIT Bintang Bangsa, Iwan Wahyudi, menilai kegiatan Kidpreneur menjadi salah satu fondasi untuk mempersiapkan anak menghadapi tantangan masa depan.

Menurut Iwan, jiwa kewirausahaan tidak hanya dibutuhkan oleh calon pengusaha, tetapi juga penting bagi mereka yang kelak menjadi birokrat, akademisi, maupun pemimpin daerah.

Ia menjelaskan, nilai-nilai dalam kewirausahaan mencakup integritas, tanggung jawab, kreativitas, inovasi, serta kemampuan mencari solusi atas berbagai persoalan.

“Entrepreneur merupakan perilaku yang sangat luar biasa yang harus dimiliki pemimpin ke depan. Mau dia jadi birokrat, pengusaha, akademisi, atau kepala daerah, mindset entrepreneur harus tertanam,” ujar Iwan.

Ia berharap pengenalan kewirausahaan sejak dini dapat membentuk anak-anak yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu berpikir kreatif, bertanggung jawab, dan berani menghasilkan gagasan baru.

Meski demikian, Iwan menegaskan bahwa penguatan karakter tersebut harus berjalan beriringan dengan pendidikan keagamaan. Nilai ketauhidan dan tahfiz diharapkan menjadi pegangan anak dalam menjalani kehidupan.

Iwan menyebutkan, Yayasan Insan Kamil Beriman memiliki lahan seluas sekitar 4,3 hektare untuk pengembangan Sekolah Bintang Bangsa. Saat ini, pemanfaatan lahan tersebut baru sekitar sepertiganya sehingga masih terbuka peluang untuk pengembangan fasilitas pendidikan.

Ia berharap sekolah dapat terus berkembang dan menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Balikpapan dalam menghadirkan pendidikan berkualitas.

“Kita percaya bahwa pendidikan adalah satu-satunya cara buat kita untuk bisa bersaing dan berkompetisi di tingkat nasional maupun global,” katanya.

Iwan juga berharap dukungan berbagai pihak dapat memperkuat upaya sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang mendukung perkembangan anak.

Melalui kegiatan Open House dan Kidpreneur, pengenalan pendidikan karakter, literasi, dan kewirausahaan diharapkan dapat berjalan beriringan sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda Balikpapan yang berakhlak, kreatif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan Indonesia Emas 2045. (Las)



Pasang Iklan
Top