
Potret Driving Range Kota Samarinda. Kamis (08/20/2026).(Foto:Abi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Pengoperasian Driving Range di kawasan GOR Segiri Samarinda masih tertahan proses administrasi.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kini tengah menyeleksi calon mitra yang akan mengelola fasilitas latihan golf tersebut.
Dua pihak sudah mengajukan minat untuk mengelola Driving Range.
Keduanya telah menyerahkan dokumen yang kemudian dipelajari oleh tim Pemkot Samarinda.
Kepala Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah Samarinda, Idfi Septiani mengatakan, belum ada keputusan mengenai pihak yang akan ditetapkan sebagai pengelola.
“Memang untuk driving range golf ini kita berproses terus. Ada dua pemohon yang sudah menyampaikan keinginan untuk mengelola driving range ini,” kata Idfi, Kamis (8/10/2026).
Pemkot Samarinda memilih skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) untuk pengelolaan aset tersebut.
Mekanisme ini mengacu pada Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 juncto Permendagri Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah.
Tahapan pembahasan melibatkan sejumlah perangkat daerah, mulai dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), Inspektorat hingga Bagian Hukum.
Menurut Idfi, pemerintah perlu memastikan setiap tahapan berjalan sesuai ketentuan karena fasilitas tersebut merupakan bagian dari aset daerah.
“Ini harus kita proses dengan hati-hati karena menyangkut aset daerah. Semua tahapan harus dipastikan sesuai regulasi dan tidak boleh ada yang terlewat,” ujarnya.
Pemkot Samarinda juga mempertimbangkan penggunaan tenaga ahli untuk memberikan masukan dalam proses tersebut.
Langkah ini dilakukan karena skema KSP untuk pengelolaan aset, seperti Driving Range, baru pertama kali diterapkan.
Dari dua calon mitra, pemerintah belum membuka identitas perusahaan kepada publik.
Namun, salah satu pemohon disebut mempunyai pengalaman dalam pengelolaan driving range dan lapangan golf.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan.
Pemkot juga menilai kemampuan calon mitra dalam mengelola fasilitas, memberikan pelayanan, serta menjaga kenyamanan pengunjung.
“Jadi kita tidak hanya melihat pengalaman di bidang golf. Ada juga aspek hospitality, bagaimana mereka melayani pengunjung, kemudian kepedulian dan kemampuan finansial perusahaan,” tutur Idfi.
Selain menilai calon pengelola, Pemkot Samarinda masih menghitung total nilai investasi pembangunan Driving Range GOR Segiri.
Perhitungan ini akan menjadi dasar dalam pembahasan dengan calon mitra.
Pemerintah ingin mengetahui kebutuhan awal yang diperlukan sebelum fasilitas tersebut benar-benar masuk tahap operasional.
Idfi mengemukakan, angka investasi juga penting untuk menentukan pembahasan lebih lanjut mengenai pola kerja sama dan kebutuhan pengelolaan fasilitas.
“Kita sekarang juga masih mengkalkulasi total nilai investasi pembangunan fasilitas ini. Nanti hasil perhitungannya menjadi bahan pembahasan dengan calon mitra untuk menentukan kebutuhan awal operasional,” katanya.
Pemkot Samarinda menargetkan seluruh proses administrasi dapat diselesaikan pada Oktober 2026.
Setelah tahapan tersebut rampung, proses penetapan pengelola akan mengikuti mekanisme yang telah ditentukan.
“Kami harapkan pada Oktober ini proses administrasinya sudah selesai dan tidak ada yang terlewat,” ucapnya. (Abi)