• Jum'at, 09 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kondisi pasca kebakaran di Kawasan Danau Aji, Jalan Alimudin, RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kamis (8/10/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Di tengah upaya bangkit setelah kehilangan tempat tinggal akibat musibah kebakaran, warga korban kebakaran di kawasan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini berharap kebutuhan sekolah anak-anak mereka segera terpenuhi.

Salah seorang warga terdampak, Pratiwi mengatakan, perlengkapan sekolah anaknya ikut habis terbakar.

Saat kejadian, ia mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang karena harus segera keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

"Untuk saat ini, yang sangat kami perlukan adalah perlengkapan sekolah untuk anak-anak. Saat kejadian, saya keluar hanya menyelamatkan diri, sehingga tidak sempat membawa apa-apa," ujar Pratiwi kepada KutaiRaya.com, Rabu (7/10/2026).

Ia menyebutkan, seragam, sepatu, alat tulis hingga buku pelajaran tidak ada yang tersisa.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan sekolah menjadi salah satu hal yang cukup mendesak bagi keluarga korban.

Ia berharap bantuan perlengkapan sekolah dapat segera diberikan, mengingat anak-anak tetap harus mengikuti kegiatan belajar.

Saat ini proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) sedikit membantu karena anak-anak belum sepenuhnya kembali mengikuti kegiatan belajar secara langsung.

"Syukur-syukur kalau perlengkapan tersebut bisa segera kami dapatkan, sehingga anak-anak bisa kembali mengikuti sekolah dengan baik. Termasuk semua buku pelajaran juga habis terbakar," katanya.

Selain perlengkapan sekolah, ia mengatakan, sejumlah dokumen penting milik keluarganya ikut terbakar, termasuk ijazah dan surat-surat lainnya.

Ia berharap proses pengurusan kembali dokumen tersebut nantinya dapat dipermudah.

Sementara itu, Lurah Melayu, Muhammad Hafiz mengemukakan, pihaknya telah melakukan pendataan terhadap anak-anak korban kebakaran yang masih bersekolah.

Pendataan ini dilakukan untuk mengetahui kebutuhan murid, khususnya seragam sekolah dan ukuran pakaian.

Ia menjelaskan, data murid nantinya akan direkap dan disampaikan kepada Dinas Sosial untuk ditindaklanjuti dalam penyaluran bantuan.

"Pendataan siswa-siswa atau korban yang masih bersekolah, SD, SMP atau SMA, kami lakukan karena ini berkaitan dengan seragam sekolah," kata Hafiz.

Berdasarkan data sementara, ada 25 murid SD yang terdampak, terdiri dari 17 laki-laki dan 8 perempuan.

Kemudian 8 murid SMP, terdiri dari 1 laki-laki dan 7 perempuan.

Untuk tingkat SMA tercatat 8 murid, terdiri dari 4 laki-laki dan 4 perempuan.

Sementara mahasiswa sebanyak 6 orang, terdiri dari 1 perempuan dan 5 laki-laki.

Ia menegaskan, data tersebut masih dapat berubah karena proses pemutakhiran terus dilakukan.

Sebagian korban kebakaran sementara tinggal di rumah keluarga atau kerabat, sehingga pendataan masih perlu disesuaikan.

Ia berharap proses penyaluran bantuan perlengkapan sekolah dapat dilakukan secepatnya setelah data dan ukuran pakaian selesai direkap.

"Insya Allah secepatnya. Kemungkinan malam ini sudah kami kirim ke Dinas Sosial untuk rekapitulasi ukuran baju. Selanjutnya kami akan memastikan dan memfasilitasi pendistribusian pakaian sekolah," katanya.

Di sisi lain, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, pemenuhan kebutuhan sekolah anak-anak menjadi salah satu bagian dari upaya pemulihan jangka pendek bagi warga terdampak.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya fokus pada kebutuhan dasar setelah kebakaran, tetapi juga memastikan aktivitas sehari-hari masyarakat dapat kembali berjalan, termasuk kegiatan pendidikan anak.

"Jangka pendek adalah kita memastikan bahwa proses aktivitas sehari-hari warga kita tidak terganggu. Bagi yang bersekolah, itu perlengkapan sekolahnya terpenuhi," ujarnya, Kamis (8/10/2026).

Ia telah meminta jajaran kecamatan dan kelurahan melakukan langkah-langkah yang diperlukan agar warga dapat kembali menjalankan aktivitasnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top