
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas saat memberikan Vitamin A kepada anak.(Foto: Bul/KutaiRaya.com)
BERAU, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat komitmennya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan berkualitas.
Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui sektor pendidikan, tetapi juga dimulai dari pemenuhan kebutuhan gizi dan pelayanan kesehatan anak sejak usia dini.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menilai, masa balita hingga usia enam tahun merupakan periode penting dalam menentukan tumbuh kembang anak.
Karena itu, kata dia, pemenuhan kebutuhan kesehatan dan gizi pada masa tersebut menjadi bagian penting dari pembangunan SDM di Kabupaten Berau.
Menurut Sri, perhatian terhadap kesehatan anak harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemantauan tumbuh kembang, pemenuhan asupan gizi, hingga pemberian vitamin dan obat-obatan sesuai kebutuhan.
“Pemerintah daerah memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan SDM unggul melalui pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas serta terjangkau,” ungkap Sri, Rabu (7/10/2026).
Salah satu langkah yang terus diperkuat yakni pemberian Vitamin A kepada anak. Program tersebut dinilai bukan sekadar pemenuhan kebutuhan vitamin, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan sekaligus memperkuat daya tahan tubuh anak.
Bupati Sri menjelaskan, Vitamin A berperan dalam menjaga kesehatan mata, mendukung pertumbuhan, serta membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak terhadap berbagai penyakit.
“Di balik kapsul Vitamin A itu merupakan ikhtiar kita dalam menjaga kesehatan mata, meningkatkan daya tahan tubuh anak, serta melindungi generasi penerus kita dari berbagai penyakit,” jelasnya.
Pemberian Vitamin A juga dirangkaikan dengan pemberian obat cacing. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan status gizi anak sekaligus mendukung pencegahan stunting sejak dini.
Dirinya menginginkan tidak ada anak yang terlewat mendapatkan pelayanan kesehatan maupun pemberian Vitamin A sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Untuk itu, peran Posyandu bersama tenaga kesehatan menjadi sangat penting dalam memastikan jangkauan pelayanan hingga ke masyarakat.
“Pemberian obat cacing juga merupakan bagian dari upaya memperbaiki gizi anak serta pencegahan stunting,” ucapnya.
Pemkab Berau juga memberikan perhatian terhadap penguatan peran Posyandu sebagai salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Keberadaan kader Posyandu dinilai strategis karena berhadapan langsung dengan masyarakat, khususnya ibu dan anak.
Sri Juniarsih mengapresiasi para kader Posyandu dan tenaga kesehatan yang selama ini konsisten memberikan pelayanan. Termasuk melakukan pelayanan jemput bola bagi masyarakat yang belum membawa anaknya ke Posyandu.
“Saya berharap pelayanan jemput bola dapat dilakukan agar pelayanan kesehatan dapat diberikan secara maksimal,” pungkasnya. (Adv/Bul)