
Pionir pertanian Indonesia, Andi Undru Mario.(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Upaya mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan berbagai pihak. Salah satunya melalui diskusi bertajuk “Ngopi Wal, Bertukar Gagasan Menuju Pertanian Masa Depan” yang digelar The Joy Keepsake (TJK) di Cafe Bagios, Jalan KH Abdurrasyid, Kelurahan Bugis, Kecamatan Samarinda Kota, Selasa (6/10/26) malam.
Kegiatan tersebut menghadirkan pionir pertanian Indonesia, Andi Undru Mario, agar berbagi pengalaman dan memperkenalkan inovasi pertanian melalui produk Super Tani yang diklaim mampu membantu petani menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil pertanian.
Andi Undru Mario mengatakan, kehadiran Super Tani merupakan bagian dari kontribusi pihaknya mendukung kebijakan pemerintah pusat, khususnya mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional.
Menurutnya, salah satu persoalan yang masih dihadapi petani adalah tingginya biaya produksi, termasuk harga pupuk dan keterbatasan akses terhadap sarana pertanian.
“Kegiatan ini pada dasarnya untuk mendukung program pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan. Melalui Super Tani, kami ingin memberikan kontribusi nyata, terutama membantu petani mengurangi beban biaya produksi sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, produk Super Tani telah diperkenalkan kepada masyarakat petani di sejumlah daerah selama kurang lebih 17 tahun. Berbagai kegiatan sosialisasi dan uji coba juga disebut telah dilakukan agar menunjukkan manfaat produk tersebut terhadap sejumlah komoditas pertanian.
Meski demikian, ia menegaskan pihaknya tidak ingin memaksakan petani menggunakan Super Tani. Sebaliknya, petani diberikan kesempatan membuktikan sendiri kualitas dan manfaat produk melalui pengujian langsung di lahan pertanian.
“Kami tidak mengharuskan petani menggunakan Super Tani. Silakan dibuktikan terlebih dahulu kualitas dan manfaatnya. Kalau memang mampu menekan biaya dan meningkatkan hasil produksi, tentu petani sendiri yang akan menentukan pilihan,” jelasnya.
Sebagai langkah awal pengembangan di Kalimantan Timur, pihaknya berencana menjalin kerja sama dengan forum petani kelapa sawit melalui kegiatan sosialisasi dan demonstrasi plot atau demplot.
Melalui program tersebut, petani akan mendapatkan sampel produk agar diuji pada tanaman mereka tanpa dikenakan biaya.
Dirinya menyebut, perubahan pada tanaman diharapkan mulai terlihat dalam kurun waktu satu hingga dua minggu, sedangkan perkembangan lebih lanjut dapat diamati setelah satu bulan penggunaan.
“Kami akan memberikan sampel kepada petani untuk dilakukan demplot. Tujuannya bukan semata-mata menjual produk, tetapi memberikan kesempatan kepada petani untuk melihat langsung hasilnya di lapangan,” katanya.
Ia mengklaim penggunaan Super Tani berpotensi meningkatkan produktivitas sejumlah komoditas, mulai dari tanaman pangan, palawija, hortikultura hingga tanaman perkebunan.
Pada tanaman padi, misalnya, ia menyebut hasil uji coba yang dilakukan pihaknya menunjukkan potensi peningkatan produksi sedikitnya satu ton. Namun, capaian tersebut masih perlu dilihat berdasarkan kondisi lahan dan penerapan di masing-masing wilayah.
Sementara pada tanaman kelapa sawit, Super Tani diklaim membantu memperbaiki kondisi tanah dan perkembangan akar sehingga dapat menunjang pertumbuhan batang serta pembentukan buah.
Menurutnya, sejumlah pengujian telah dilakukan, termasuk di Sulawesi Barat dan Bengkulu yang dijadikan salah satu lokasi proyek percontohan.
“Pada tanaman sawit, manfaat yang kami dorong bukan hanya peningkatan tonase, tetapi juga perbaikan kondisi tanah dan pertumbuhan tanaman. Kalau hasil panen bisa meningkat setengah ton saja, itu sudah sangat membantu petani,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Kalimantan Timur menjadi salah satu wilayah yang dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan program tersebut, terutama karena keberadaan sektor perkebunan kelapa sawit.
Pihaknya pun berencana membangun kerja sama langsung dengan kelompok petani tanpa bergantung sepenuhnya pada program pemerintah.
Ia berharap pendekatan tersebut dapat mempercepat pemanfaatan inovasi pertanian sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Target kami adalah bekerja sama langsung dengan forum petani sawit di Kalimantan Timur. Setelah itu, mudah-mudahan bisa berkembang ke komoditas pertanian lainnya. Harapannya, petani semakin mandiri dan kesejahteraannya meningkat,” tuturnya.
Sementara itu, Founder TJK (The Joy Keepsake), Ira Nasir mengatakan, kegiatan diskusi tersebut sekaligus menjadi momentum memperkenalkan TJK secara resmi sebagai penyelenggara kegiatan atau event organizer yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sektor pertanian di Kalimantan Timur.
Menurut Ira, TJK memiliki pengalaman dalam menangani berbagai kegiatan pertanian serta memahami potensi sektor tersebut, khususnya di wilayah Kaltim.
Pemahaman tersebut menjadi modal bagi TJK agar menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga membuka peluang kerja sama dan pengembangan usaha bagi masyarakat.
“TJK merupakan event organizer yang berbasis di Kalimantan Timur dan telah berpengalaman menangani berbagai kegiatan pertanian. Kami memiliki pemahaman terhadap potensi sektor pertanian, sehingga kegiatan yang dirancang diharapkan benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Ira.
Ia menjelaskan, kehadiran Andi Undru Mario pada diskusi tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi terbangunnya kolaborasi yang lebih luas antara TJK, pelaku usaha pertanian, dan kelompok petani di Kalimantan Timur.
Selain memperkenalkan TJK, pihaknya juga membuka peluang kerja sama dengan Super Tani untuk mendukung berbagai program pengembangan pertanian daerah.
“Melalui kesempatan ini, kami ingin memperkenalkan TJK secara resmi sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan Super Tani. Kami juga berharap Pak Andi dapat menjadi salah satu tokoh pembina dan rujukan dalam pengembangan pertanian di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan diskusi, melainkan dapat ditindaklanjuti melalui program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi petani.
Dengan adanya sinergi antara penyelenggara kegiatan, inovator pertanian, dan kelompok petani, TJK optimistis dapat berkontribusi dalam mendorong pengembangan sektor pertanian di Kalimantan Timur.
Sementara itu, Hendra Sanjaya Muda dari Super Tani Kalimantan mengatakan, kehadiran Super Tani di Samarinda juga berkaitan dengan undangan untuk mengikuti workshop Forum Petani Kelapa Sawit (FPKS) Kalimantan Timur yang menghadirkan para petani serta pengurus DPD FPKS dari berbagai daerah di Kaltim.
Menurut Hendra, momentum tersebut dimanfaatkan agar memperkenalkan Super Tani lebih luas kepada petani kelapa sawit sekaligus berbagi pengetahuan mengenai pemanfaatan inovasi pertanian agar menunjang produktivitas perkebunan.
“Super Tani diundang untuk menghadiri workshop Forum Petani Kelapa Sawit Kalimantan Timur di Samarinda. Kegiatan ini dihadiri para petani dan pengurus DPD FPKS Kaltim untuk bersama-sama menambah pengetahuan di bidang pertanian dan perkebunan,” ungkapnya.
Pada kegiatan tersebut, lanjut dia, Super Tani juga menyiapkan pupuk yang akan dibagikan secara gratis kepada sekitar 300 peserta sebagai bagian dari upaya memperkenalkan produk secara langsung kepada petani.
“Kami hadir untuk memperkenalkan Super Tani sekaligus membagikan pupuk gratis kepada seluruh peserta, kurang lebih 300 orang. Harapannya, petani bisa mengenal sekaligus melihat dan mencoba sendiri manfaat produk tersebut,” ujarnya.
Dirinya menambahkan, sebelum menghadiri kegiatan Forum Petani Kelapa Sawit pada Rabu (7/10/26), pihaknya terlebih dahulu menggelar pertemuan bersama kalangan generasi Z dan milenial di Samarinda.
Pertemuan tersebut membahas peluang bisnis di sektor pertanian, termasuk usaha yang berkaitan dengan pupuk. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi penting agar sektor pertanian tidak hanya dipandang sebagai kegiatan budidaya, tetapi juga sebagai sektor usaha yang memiliki peluang ekonomi.
“Selain bersilaturahmi, kami ingin mengajak Gen-Z dan milenial melihat bahwa pertanian juga memiliki peluang bisnis yang besar. Jadi, rangkaian kehadiran kami di Samarinda bukan hanya memperkenalkan Super Tani kepada petani, tetapi juga membuka wawasan generasi muda mengenai peluang usaha di sektor pertanian,” tuturnya.
Kegiatan ini juga menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai tantangan pertanian masa depan, mulai dari tingginya biaya produksi, kebutuhan inovasi pupuk, hingga upaya meningkatkan hasil pertanian yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing.
Melalui rencana kerja sama tersebut, TJK dan Super Tani berharap dapat mengambil bagian dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat produktivitas pertanian di Benua Etam. (*Yud)