
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas.(Foto: Bul/KutaiRaya.com)
BERAU, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Berau terus memantau kondisi kabut asap yang kembali terlihat di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. Pemantauan dilakukan menyusul menurunnya jarak pandang yang mulai dirasakan masyarakat, terutama pada sore hari.
Dalam kesempatannya, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan, pemerintah daerah mencermati perkembangan kondisi cuaca dan pergerakan sebaran asap yang muncul sejak beberapa hari terakhir. Koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait juga terus dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Berau dalam menjaga kondisi wilayah sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang jelas terkait sumber munculnya kabut asap.
“Kita mencermati kondisi cuaca beberapa hari belakangan ini. Setiap sore kerap muncul kabut asap kembali yang cukup mengganggu,” ungkap, Rabu (7/10/2026).
Lanjutnya, berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, kabut asap mulai terlihat sejak Minggu (4/10) sekitar pukul 14.00 Wita. Sebaran asap pertama kali terpantau di wilayah selatan Berau, kemudian meluas hingga Senin (5/10) dan mulai menutupi sejumlah wilayah Kabupaten Berau.
Kondisi tersebut turut berdampak terhadap jarak pandang masyarakat. Pemkab Berau menerima laporan jarak pandang di sejumlah lokasi mengalami penurunan hingga sekitar 1.200 meter.
Meski kondisi asap kembali muncul, Sri menyebut tidak terdapat aktivitas penanganan karhutla di wilayah Berau dalam beberapa waktu terakhir.
Hal tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah daerah untuk menduga bahwa asap yang masuk ke wilayah Berau kemungkinan berasal dari daerah lain.
“Saya sudah melakukan komunikasi dengan OPD kami, bahwa belakangan ini penanganan karhutla tidak ada,” katanya.
Dugaan tersebut juga diperkuat dengan hasil pemantauan titik panas di wilayah Kalimantan Timur. Berdasarkan laporan Stasiun Meteorologi (Stamet) Kalimarau yang diterima pemerintah daerah, titik panas terpantau di sejumlah wilayah, dengan jumlah yang cukup banyak berada di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Paser.
“Ini kemungkinan besar merupakan asap kiriman dari wilayah lain yang terjadi karhutla,” jelasnya.
Pemkab Berau tetap mengedepankan pemantauan kondisi lapangan untuk mengantisipasi apabila terdapat perubahan situasi. Koordinasi lintas perangkat daerah juga menjadi bagian penting dalam memastikan perkembangan kabut asap dapat diketahui secara cepat.
Bagi Pemkab Berau, kata dia, kondisi kabut asap tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kenyamanan dan aktivitas masyarakat. Karena itu, perkembangan cuaca, kualitas udara, hingga potensi munculnya titik panas terus menjadi perhatian pemerintah daerah.
Sri mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi kabut asap, khususnya ketika jarak pandang mengalami penurunan. Masyarakat juga diharapkan turut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran lahan di sekitar wilayahnya.
“Kita memastikan pemantauan dan koordinasi akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi, sekaligus menjaga agar kondisi wilayah tetap aman dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Adv/Bul)