
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani yang tengah menyalurkan bantuan ke korban kebakaran, Selasa (6/10/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) turun langsung melihat kondisi warga yang terdampak kebakaran di kawasan Danau Aji, Jalan Alimudin, RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Selasa (6/10/2026).
Selain meninjau lokasi, DPRD Kukar juga menyerahkan bantuan untuk meringankan beban masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat musibah kebakaran tersebut.
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani bersama jajaran anggota DPRD Kukar melihat langsung kondisi permukiman yang terdampak kebakaran.
Kehadiran wakil rakyat tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang tengah menghadapi masa sulit setelah musibah.
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani mengatakan, kebakaran yang terjadi menjadi duka bersama, bukan hanya bagi warga yang terdampak, tetapi juga seluruh masyarakat Kukar.
Karena itu, DPRD merasa perlu hadir dan melihat langsung kondisi di lapangan.
"Alhamdulillah, kami bersama seluruh anggota DPRD Kukar melihat dan meninjau langsung kejadian kebakaran. Ini tentu menjadi duka kita semua, menjadi duka masyarakat Kutai Kartanegara," ujar Yani usai memberikan bantuan logistik, Selasa (6/10/2026) .
Dalam kunjungan tersebut, DPRD Kukar juga memberikan bantuan secara simbolis kepada warga terdampak.
Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit membantu memenuhi kebutuhan masyarakat setelah kehilangan tempat tinggal maupun barang-barang akibat kebakaran.
Menurutnya, bantuan yang diberikan DPRD memang tidak seberapa dibandingkan dengan kebutuhan warga.
Namun, langkah ini merupakan bentuk kepedulian, sekaligus ajakan kepada masyarakat lainnya untuk ikut membantu warga yang sedang tertimpa musibah.
Ia mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan lebih untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada korban kebakaran.
Menurutnya, proses pemulihan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan gotong royong dari seluruh elemen masyarakat.
"Tadi kita secara simbolis memberikan bantuan, apa adanya, ala kadarnya dari DPRD. Ini juga menjadi contoh kepada masyarakat yang kira-kira punya rezeki berlebih, tolong sama-sama dibawa ke tempat ini untuk meringankan beban masyarakat kita yang terkena dampak," katanya.
Selain memberikan bantuan, DPRD Kukar juga menyoroti kondisi kawasan permukiman yang dinilai cukup padat.
Kondisi ini menjadi salah satu hal yang perlu dievaluasi agar kejadian serupa dapat ditangani dengan lebih baik, apabila kembali terjadi di kemudian hari.
Berdasarkan informasi yang disampaikan, sekitar 70 kepala keluarga terdampak dalam musibah tersebut.
Besarnya dampak kebakaran menjadi perhatian DPRD untuk mendorong adanya langkah pemulihan dan penataan kawasan secara lebih baik.
Ia berharap proses pemulihan dapat segera dilakukan, termasuk memperbaiki dan menata kembali kawasan permukiman yang terdampak.
Penataan tersebut perlu memperhatikan ketersediaan fasilitas umum dan fasilitas sosial sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, akses jalan juga menjadi perhatian penting.
Menurutnya, kondisi jalan harus memungkinkan kendaraan pemadam kebakaran maupun kendaraan penanganan darurat untuk masuk dengan mudah ketika terjadi musibah.
Sarana dan prasarana pencegahan kebakaran juga dinilai perlu diperkuat.
DPRD Kukar mendorong agar evaluasi terhadap kawasan permukiman tidak hanya dilakukan setelah terjadi bencana, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan ke depan. (*zar/adv)