• Selasa, 06 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kondisi RT 33 pada saat api masih menyala, Senin (5/10/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Kabar duka menyelimuti warga Danau Aji, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) setelah kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat dan menghanguskan sekitar 75 bangunan rumah, Senin (5/10/2026).

Kebakaran tersebut terjadi di Jalan Danau Aji, RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong.

Kebakaran tersebut menjadi perhatian serius lantaran api cepat merambat dari satu rumah ke rumah lainnya.

Kondisi permukiman yang padat, cuaca panas, angin kencang, serta keterbatasan sumber air membuat proses pemadaman berlangsung cukup sulit.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani mengatakan, pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan kebakaran.

Informasi kebakaran tersebut diterima pada pukul 17.00 sore.

Ia yang ikut turun langsung ke lokasi mengaku tim pemadam sempat berusaha melakukan pola penyiraman untuk menghentikan laju api.

Namun, petugas menghadapi kendala serius karena pasokan air cepat habis.

"Sebenarnya kita sudah berusaha. Tapi kalau dibilang kalah, ya kalah karena kita kehabisan air," ujar Fida.

Menurutnya, kebakaran di kawasan Danau Aji bukan sesuatu yang baru menjadi perhatian.

Wilayah tersebut telah dipetakan sebagai salah satu kawasan rawan kebakaran karena kondisi permukiman yang padat dan akses terhadap sumber air yang terbatas.

Ia menyebutkan kawasan Danau Aji telah dipetakannya sejak masih bertugas di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar.

Bahkan, sejumlah simulasi penanganan kebakaran telah dilakukan untuk mencari pola penanganan yang paling efektif.

"Kawasan Danau Aji ini sudah saya petakan semenjak saya ditempatkan di BPBD. Sudah lebih dari 3 tahun. Kita juga sudah melakukan simulasi beberapa kali, termasuk dengan drone dan simulasi Ampar Selang," katanya.

Untuk mengantisipasi kebakaran, pihaknya sebelumnya juga telah mendorong keberadaan hidran kering serta menempatkan dua tandon berkapasitas masing-masing 5.000 liter di kawasan tersebut.

Namun, saat kebakaran terjadi, kebutuhan air jauh lebih besar.

Bahkan, petugas harus mendatangkan bantuan dari sejumlah wilayah.

"Dua tandon itu hari ini sangat minim. Kita tidak bisa berbuat banyak. Kita sempat menunggu bantuan unit dari Sangasanga yang membawa 10 ribu liter, kemudian dari Kota Bangun," katanya.

Total sekitar 9 hingga 10 unit pemadam dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut, termasuk bantuan dari Loa Kulu, luar Tenggarong, PDAM, kepolisian, serta relawan dari Samarinda dan sejumlah kecamatan lainnya.

Bahkan, water cannon milik kepolisian turut digunakan untuk membantu memasok air ke lokasi kebakaran.

Ia mengemukakan, proses pemadaman berlangsung sekitar 2 jam.

Namun, saat pasokan air habis, petugas terpaksa menyaksikan api terus merambat dan menghanguskan bangunan satu per satu.

"Kita melihat pada saat air kita habis, kita mengisi lagi. Kita hanya bisa melihat api itu memakan satu unit rumah. Apinya tidak terlalu besar, tapi dia makan satu-satu," ucapnya.

Berdasarkan informasi dari pihak kelurahan, jumlah bangunan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 75 bangunan.

Jumlah ini termasuk rumah kontrakan dan bangunan dengan beberapa pintu.

Ia menyebutkan satu kawasan RT turut terdampak parah.

Bahkan, rumah Ketua RT setempat juga ikut terbakar.

"Kalau kita lihat kepadatan Danau Aji ini luar biasa. Ini satu RT, RT 33, habis, termasuk rumah Pak RT. Ini sangat miris sekali," tuturnya.

Dalam kejadian ini, tidak ada laporan korban jiwa.

Namun, sejumlah warga mengalami kondisi syok dan sesak napas.

Beberapa warga juga sempat dibawa untuk mendapatkan penanganan medis.

Ia menyampaikan permintaan maaf kepada warga yang terdampak karena petugas belum dapat memberikan pelayanan pemadaman secara maksimal.

"Saya mewakili kawan-kawan pemadam dan relawan, mohon maaf kepada warga karena tidak bisa memberikan pelayanan yang maksimal. Ini memang keterbatasan kami, terutama pasokan air," ucapnya.

Ia menegaskan, kejadian tersebut menjadi pelajaran penting bagi pemerintah dan seluruh pihak untuk kembali mengevaluasi sistem penanganan kebakaran di kawasan Danau Aji.

"Ini pelajaran bagi kami. Mudah-mudahan tidak terulang lagi. Kami akan mencoba membenahi dan mematangkan ini dengan baik," katanya.

Sementara terkait penyebab kebakaran, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan.

Informasi awal yang diterima menyebut api diduga berasal dari bagian belakang rumah warga di sekitar kediaman Ketua RT.

"Informasinya dari belakang rumah Pak RT, mungkin dari rumah pintuan. Tapi kami belum bisa memastikan asal apinya," ucapnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top