• Sabtu, 03 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



‎‎Kepala Dinkes Kaltim Drs. Andi Muhammad Ishak, Apt., M.Si., (tengah) berfoto bersama usai kegiatan Technical Assistant District Mentoring Program HIV Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026. Jumat (2/10/2026).(Foto: Abi/KutaiRaya.com)
‎

‎SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat upaya penanggulangan HIV/AIDS melalui pendampingan teknis bagi fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) di sejumlah kabupaten/kota.
‎
‎Upaya tersebut dilakukan melalui Technical Assistant District Mentoring Program HIV Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026 yang dilaksanakan bersama Yayasan Kasih Suwitno (YKS).
‎
‎Program ini menjadi bagian dari penguatan, sekaligus percepatan pelaksanaan program HIV/AIDS melalui asistensi teknis secara langsung kepada fasilitas kesehatan.

Yayasan Kasih Suwitno berperan sebagai Sub Recipient (SR) dari Kementerian Kesehatan dalam memberikan pendampingan melalui skema district mentoring selama periode 2025-2026.
‎
‎Kalimantan Timur menjadi salah satu dari 8 provinsi yang terpilih dalam pelaksanaan program tersebut.

Di Kaltim, pendampingan difokuskan pada 4 wilayah yang menjadi bagian dari dukungan Global Fund Komponen AIDS, yakni Kota Samarinda, Balikpapan, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kutai Timur.
‎
‎Di setiap wilayah tersebut, tim mentor memberikan pendampingan kepada 6 fasilitas pelayanan kesehatan dampingan.

Pendampingan diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan program serta meningkatkan kualitas layanan penanggulangan HIV/AIDS di tingkat daerah.
‎
‎Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Andi Muhammad Ishak mengatakan, kolaborasi antara pemerintah dan mitra pendamping memiliki peran penting dalam memastikan program penanggulangan HIV/AIDS berjalan secara berkelanjutan.
‎
‎“Sinergi pendampingan teknis ini sangat penting untuk memastikan pelayanan penanggulangan HIV/AIDS dapat terus berjalan secara optimal,” kata Andi.
‎
‎Hal ini disampaikan dalam Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Technical Assistant District Mentoring Program HIV Provinsi Kaltim Tahun 2026.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk melihat capaian, pelaksanaan pendampingan, serta berbagai hal yang masih perlu diperkuat.
‎
‎Menurut Andi, keberadaan tim mentor memberikan dukungan teknis kepada fasilitas kesehatan di wilayah sasaran sehingga pelaksanaan program dapat terus ditingkatkan sesuai kebutuhan di lapangan.
‎
‎Ia menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Kasih Suwitno, para mentor, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program pendampingan sepanjang 2025-2026.
‎
‎“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Kasih Suwitno, para mentor, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam memperkuat pelaksanaan program HIV/AIDS di Kalimantan Timur,” tuturnya.
‎
‎Pertemuan monitoring dan evaluasi tersebut, sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan yang mendapat dukungan anggaran Yayasan Kasih Suwitno di wilayah regional Kalimantan Timur pada 2026.
‎
‎Andi berharap hasil evaluasi tidak berhenti sebagai laporan kegiatan, tetapi dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memperkuat keberlanjutan program penanggulangan HIV/AIDS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
‎
‎Dinkes Kaltim selanjutnya akan memanfaatkan hasil monitoring dan evaluasi sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas kelembagaan serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanggulangan HIV/AIDS. (Abi)



Pasang Iklan
Top