• Senin, 19 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



‎‎Plt. Kabid Pengendalian Pencemaran DLH Kota Samarinda, Tri Ayu Wulandari, saat melakukan sidak. Jumat (2/10/2026).(Foto: Abi/KutaiRaya.com)
‎

‎SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda melakukan inspeksi mendadak (sidak) menindaklanjuti aduan warga terkait dugaan pembuangan limbah pengolahan tahu ke aliran sungai di kawasan Lempake.

‎Dalam pemeriksaan tersebut, DLH menemukan perlunya perbaikan pada sistem pengolahan air limbah milik pelaku usaha.

Kemudian DLH memberikan pembinaan, sekaligus waktu selama satu minggu kepada pemilik usaha untuk melakukan perbaikan agar limbah tidak lagi dibuang langsung ke sungai.
‎
‎Plt. Kabid Pengendalian Pencemaran DLH Kota Samarinda, Tri Ayu Wulandari mengatakan, pihaknya telah menyampaikan arahan kepada pelaku usaha dan pihak kelurahan terkait langkah yang harus dilakukan untuk menghentikan pembuangan air limbah ke sungai.
‎
‎“Dalam rentang waktu satu minggu ini, kami minta proses perbaikannya dilakukan dan air limbah tidak lagi dibuang ke sungai,” ujar Tri Ayu.
‎
‎Menurutnya, dari hasil peninjauan di lokasi, sebenarnya telah terdapat bak penampungan tambahan.

Namun, sistem pengolahan yang diterapkan belum berjalan optimal karena rangkaian pengolahan limbah tidak dilakukan sebagaimana mestinya.
‎
‎DLH meminta pemilik usaha memperbaiki sistem pengolahan dengan memastikan air limbah melalui proses pengolahan terlebih dahulu, sebelum dilepas ke lingkungan.

Hasil akhirnya juga harus memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan.
‎
‎“Kami tekankan lagi, dalam rentang waktu satu minggu ini harus ada proses perbaikan. Ultimatumnya adalah tidak membuang lagi air limbah ke sungai sebelum dilakukan pengolahan,” tutur Tri Ayu.
‎
‎Apabila setelah masa pembinaan tersebut tidak ada tindak lanjut, DLH akan mengambil langkah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
‎
‎Sementara itu, pemilik usaha tahu, Wailan mengaku memahami keluhan warga yang terdampak aktivitas pengolahan tahu tersebut.

Ia menyatakan akan melakukan perbaikan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
‎
‎“Saya perbaiki, jangan sampai mengecewakan tetangga. Saya sendiri saja mencium baunya seperti ini, apalagi orang lain,” kata Wailan.
‎
‎Ia berkomitmen untuk memperbaiki pengelolaan limbah, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar dan warga yang berada di sekitar lokasi usaha. (Abi)



Pasang Iklan
Top