
Ratusan Peserta Saat beradu skil dikompetisi Free Fire.(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Kompetisi gim elektronik atau e-sport ikut meramaikan rangkaian Pariwisata Fest 2026 di Atrium Mal Lembuswana Samarinda. SMK Medika Samarinda berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur menggelar turnamen Free Fire tingkat SMA/SMK dan sederajat, Rabu (30/9/2026).
Turnamen tersebut diikuti 44 tim dari sejumlah sekolah. Peserta tidak hanya berasal dari Samarinda, tetapi juga sejumlah daerah di sekitarnya, termasuk Tenggarong dan Muara Jawa.
Penyelenggara kegiatan sekaligus Pembina Ekstrakurikuler E-sport SMK Medika Samarinda, Mustang Salim mengatakan, turnamen Free Fire menjadi salah satu agenda yang digelar dalam rangkaian Pariwisata Fest 2026.
“Hari ini kami menggelar lomba e-sport Free Fire sebagai salah satu rangkaian Pariwisata Fest yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Kaltim berkolaborasi dengan SMK Medika. Sebelumnya juga ada beberapa kegiatan lainnya,” ujar Mustang.
Menurutnya, sebanyak 44 tim ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Dengan masing-masing tim beranggotakan empat pemain, jumlah pelajar yang terlibat mendekati 200 orang.
“Pesertanya ada 44 tim. Kalau satu tim terdiri dari empat orang, totalnya hampir 200 pelajar. Ada yang dari Samarinda, Tenggarong hingga Muara Jawa,” katanya.
Dirinya menjelaskan, turnamen tersebut tidak semata-mata menjadi ajang bermain gim. Kompetisi itu juga diharapkan menjadi ruang bagi pelajar yang memiliki minat dan kemampuan di bidang e-sport untuk mengembangkan potensinya.
Menurutnya, perkembangan e-sport telah membuka peluang bagi generasi muda untuk menjadikannya sebagai salah satu jalur prestasi. Karena itu, kompetisi antarpelajar dinilai dapat menjadi bagian dari upaya menemukan bibit-bibit potensial.
“Ini lebih dari sekadar bermain gim. E-sport sekarang sudah memiliki jalur prestasi dan dipertandingkan dalam berbagai kejuaraan. Jadi, kegiatan seperti ini juga bisa menjadi tempat pembibitan bagi anak-anak yang memang memiliki kemampuan,” jelasnya.
Selain mencari bibit potensial, turnamen tersebut menjadi ajang silaturahmi antarpelajar dan komunitas penggemar gim. Para peserta dapat bertemu sekaligus menguji kemampuan melalui kompetisi.
Pemilihan Free Fire, salah satunya karena SMK Medika telah menjalin kerja sama dengan komunitas Free Fire di Samarinda. Persiapan penyelenggaraannya juga dinilai lebih memungkinkan dibandingkan sejumlah gim e-sport lainnya.
Panitia menyiapkan piala, piagam serta uang pembinaan bagi peserta yang berhasil meraih juara pertama hingga ketiga.
Salah satu peserta dari SMK Negeri 1 Samarinda, Novan, menyambut positif digelarnya turnamen tersebut. Menurutnya, kompetisi antarpelajar memberikan kesempatan bagi pemain agar menguji kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding.
“Senang bisa ikut karena kami bukan hanya bermain, tetapi juga bisa bertemu dan bertanding dengan teman-teman dari sekolah lain. Tentunya kami ingin memberikan permainan terbaik dan mudah-mudahan bisa mendapatkan hasil yang bagus,” ujar Novan.
Ia menilai turnamen seperti ini juga dapat memberikan ruang positif bagi pelajar yang memiliki ketertarikan terhadap e-sport.
“Kalau ada lebih banyak kompetisi seperti ini tentu bagus. Kami jadi punya tempat untuk mengembangkan kemampuan, belajar kerja sama dalam tim dan menambah pengalaman bertanding,” pungkasnya. (*Yud)