
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud saat menghadiri rapat paripurna dengan agenda Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi-Fraksi DPRD Kota Balikpapan atas Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kota Balikpapan Tahun Anggaran 2026, di Gedung Paripurna DPRD Balikpapan, Senin (28/9/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menilai gedung baru DPRD Balikpapan sebagai bagian dari fasilitas, untuk menunjang kerja para wakil rakyat dalam menjalankan tugas dan menyerap aspirasi masyarakat.
Hal itu disampaikan Rahmad saat menghadiri rapat paripurna dengan agenda Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi-Fraksi DPRD Kota Balikpapan atas Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kota Balikpapan Tahun Anggaran 2026, di Gedung Paripurna DPRD Balikpapan, Senin (28/9/2026).
Rahmad mengaku baru pertama kali memasuki gedung baru tersebut setelah pembangunannya rampung. Ia menilai fasilitas yang tersedia cukup baik dan dapat memberikan kenyamanan bagi anggota DPRD dalam menjalankan aktivitas kedewanan.
“Alhamdulillah. Artinya ini gedung rakyat. Saya masuk ke sini, alhamdulillah, ternyata bagus. Tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Ternyata ini mewah, bukan mewah sekali, tetapi wajarlah,” kata Rahmad.
Menurutnya, kenyamanan fasilitas diperlukan agar anggota DPRD dapat menjalankan tugas secara optimal. Namun, kenyamanan tersebut harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab sebagai wakil masyarakat.
“Supaya suasana kondusif, para anggota DPRD-nya juga fokus. Kalau dapat fasilitas nyaman, aman, tetapi harus penuh dengan tanggung jawab. Mari sama-sama berjuang untuk rakyat,” ujarnya.
Rahmad menegaskan, keberadaan gedung baru tersebut tidak semata-mata mengenai fasilitas fisik. Gedung DPRD merupakan tempat para wakil rakyat menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, pengawasan, sekaligus menampung aspirasi masyarakat.
Ia pun mengaitkan hal tersebut dengan pembahasan APBD Perubahan 2026 yang dilakukan bersama DPRD. Menurutnya, pembahasan anggaran harus tetap diarahkan pada program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Seperti tadi pembahasan anggaran kita. Semua anggaran kita prioritaskan untuk kepentingan masyarakat supaya masyarakat Balikpapan itu merasa nyaman,” katanya.
Rahmad mengakui pemerintah belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Namun, ia memastikan upaya peningkatan pelayanan dan kenyamanan masyarakat terus dilakukan, termasuk melalui penyediaan fasilitas penunjang bagi lembaga DPRD.
“Walaupun tidak seluruhnya nyaman, tetapi kita berusaha untuk membuat nyaman. Termasuk gedung DPRD ini,” tuturnya.
Ia berharap fasilitas baru tersebut dapat membuat anggota DPRD lebih nyaman berkantor, sehingga semakin optimal dalam menjalankan tugas dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Mungkin tidak senyaman mungkin, tetapi bagaimana supaya anggota DPRD itu merasa nyaman, supaya beraktivitas dan berkantor di dewan. Mereka datang memenuhi aspirasi masyarakat dan betah di kantor sini,” ucap Rahmad.
Rahmad mengatakan, meski baru pertama kali masuk ke gedung tersebut setelah selesai dibangun, dirinya sejak awal tetap memantau proses pembangunannya.
“Saya baru pertama kali menginjak, tapi waktu pembangunan kan sering saya kontrol juga. Tapi setelah jadi, ya baguslah. Artinya kita semua menikmati ini adalah rumah rakyat,” pungkasnya.
Dikesempatan yang berbeda, Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri mengatakan bahwa gedung DPRD Balikpapan dibangun secara bertahap sejak tahun 2023. Gedung ini dibangun berdasarkan kebutuhan dasar, mengingat gedung sebelumnya tidak representatif, terutama dalam memberikan pelayanan publik dan menampung dinamika kerja anggota dewan.
"Kita pakai ruang rapat bergantian mulai dari Rapat Banggar, Rapat Dengar Pendapat dari Komisi I hingga IV dan Rapat dewan lainnya," terangnya. (Las)