• Minggu, 27 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

DPRD Kutai Kartanegara



Beseprah yang dilakukan di depan Keraton Kesultanan Ing Martadipura, Kamis (24/9/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
‎
‎‎
‎TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Tradisi Beseprah dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026 menjadi momentum masyarakat untuk mempererat kebersamaan, sekaligus menjaga budaya makan bersama yang telah diwariskan secara turun-temurun.
‎
‎Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani mengatakan, Beseprah bukan sekadar kegiatan makan bersama, tetapi memiliki nilai penting tentang kebersamaan dan berbagi rezeki dengan sesama.
‎
‎Menurutnya, tradisi tersebut perlu terus dilestarikan dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kebudayaan masyarakat Kutai.
‎
‎"Ini kan harus dilestarikan. Budaya Beseprah, budaya makan bersama, intinya kan sebenarnya ini adalah berbagi," kata Yani saat mengikuti kegiatan Beseprah, Kamis (24/9/2026).
‎
‎Ia mengemukakan, kegiatan Beseprah merupakan salah satu rangkaian Erau yang memiliki pesan sosial dan budaya.

Masyarakat diajak untuk menikmati makanan bersama, sekaligus mensyukuri rezeki yang diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa.
‎
‎"Bagaimana bisa memberi makan, bisa bersama-sama makan, karena itu adalah rezeki karunia Tuhan Yang Maha Kuasa, yang harus berbagi," ujarnya.
‎
‎Ia menilai pelaksanaan Beseprah tahun ini berjalan dengan baik.

Ia berharap tradisi tersebut tidak hanya dipertahankan dari sisi pelaksanaannya, tetapi juga dapat terus dikembangkan agar semakin menarik bagi masyarakat.
‎
‎Salah satu gagasan yang disampaikannya mengenai penilaian terhadap makanan tradisional yang disajikan dalam kegiatan Beseprah.

Menurutnya, penilaian tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mengenalkan, sekaligus mengembangkan kuliner khas daerah.
‎
‎"Ke depan siapa tahu panitia bisa juga ada penilaian-penilaian terkait dengan makanan tradisional," katanya.
‎
‎Meskipun demikian, ia menekankan aspek utama dalam penyajian makanan tetap harus memperhatikan kesehatan dan keamanan pangan.
‎
‎"Yang penting sebenarnya bagaimana makanan itu sehat, halal dan kemudian enak dikonsumsi. Itu yang penting juga," tuturnya.
‎
‎Ia menilai aspek tersebut penting karena Beseprah melibatkan masyarakat dalam jumlah besar.

Makanan yang disajikan harus dipastikan layak dan aman untuk dikonsumsi.
‎
‎Selain menjaga tradisi, Beseprah juga dinilai mampu menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap rangkaian Erau Adat Kutai.

Ia melihat partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut sangat tinggi.
‎
‎"Ini luar biasa karena masyarakat kita hampir semua turun untuk makan bersama," ucapnya.
‎
‎Pada kesempatan tersebut, ia juga turut mencicipi berbagai makanan yang disajikan dalam kegiatan Beseprah.

Ia menyebutkan banyak kuliner yang tersedia dan menjadi bagian dari kekayaan makanan tradisional masyarakat Kukar.
‎
‎"Ya banyak lah, banyak kulinernya. Makanannya insya Allah kita saksikan semua," tuturnya.
‎
‎Menurutnya, pelaksanaan Beseprah setiap tahun menjadi kesempatan untuk menjaga ingatan masyarakat terhadap budaya dan tradisi yang telah diwariskan.
‎
‎"Ini adalah bagian budaya kita yang kita historikan setiap tahun," katanya.
‎
‎Sementara itu, salah seorang masyarakat yang mengikuti Beseprah, Indah mengatakan, kegiatan ini memberikan pengalaman tersendiri karena masyarakat dapat berkumpul dan menikmati berbagai makanan tradisional secara bersama-sama.
‎
‎"Menurut saya Beseprah ini sangat bagus karena kita bisa berkumpul bersama, makan bersama, dan saling berbagi. Apalagi banyak makanan tradisional yang disajikan, jadi anak-anak muda juga bisa lebih mengenal budaya kita," ujarnya.
‎
‎Ia berharap tradisi seperti ini terus dipertahankan.

Jangan sampai generasi berikutnya tidak mengenal Beseprah.

"Karena ini bukan hanya makan bersama, tetapi ada nilai kebersamaan dan budaya di dalamnya," ucapnya. (*Zar)

Pasang Iklan
Top