• Minggu, 27 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

DPRD Kutai Kartanegara



Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, Jumat (25/9/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak menutup kemungkinan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak PLN dan instansi terkait, menyusul pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah daerah Kukar.

Langkah ini dipertimbangkan untuk mengetahui penyebab pemadaman, terlebih lagi, Kukar dikenal memiliki potensi sumber daya energi yang melimpah, mulai dari batu bara hingga minyak dan gas bumi.

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani menyayangkan masih terjadinya pemadaman listrik di daerah yang memiliki potensi energi besar.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian layanan listrik, terlebih mereka tetap memenuhi kewajiban membayar tagihan setiap bulan.

"Intinya kita minta supaya sadar diri. Tidak perlu ada mati lampu, tidak perlu ada pemadaman, karena kita di Kukar ini surplus listrik," ujar Yani saat diwawancarai, Jumat, (25/9/2026).

Ia menilai pemadaman listrik perlu mendapat penjelasan secara terbuka dari pihak PLN, termasuk apabila disebabkan persoalan pasokan energi, seperti batu bara, gas, maupun kendala lainnya.

Menurutnya, potensi sumber daya alam yang dimiliki Kukar seharusnya menjadi perhatian dalam menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat.

Ia juga meminta PLN beserta pihak-pihak terkait, termasuk pemasok energi, memastikan pengelolaan dan distribusi listrik berjalan sesuai kebutuhan.

"Sebagai daerah yang kaya dan punya potensi sumber daya alam, apalagi kita memiliki migas, batu bara dan potensi lainnya, sebenarnya tidak masuk akal ketika listrik masih sering hidup mati," tuturnya.

Meskipun demikian, ia mengingatkan agar penyebab pemadaman tidak langsung disimpulkan sebagai akibat kerugian atau persoalan keuangan PLN.

Menurutnya, perlu ada klarifikasi untuk memastikan apakah pemadaman terjadi karena gangguan teknis, kegiatan perbaikan jaringan, atau faktor lainnya.

Terkait kemungkinan RDP, ia mengemukakan, DPRD Kukar terbuka untuk memanggil pihak PLN dalam waktu dekat guna meminta penjelasan secara langsung.

"Kenapa bisa terjadi juga di Kukar. Padahal kita ini surplus listrik. Masalahnya di mana, " katanya.

Ia menegaskan forum tersebut diperlukan agar persoalan pemadaman dapat dibahas bersama dan masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai penyebab serta langkah penanganannya.

DPRD Kukar juga berharap PLN dapat memberikan kepastian terkait pelayanan listrik, sehingga pemadaman yang berulang tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan bersabar sembari menunggu penjelasan dari pihak terkait.

"Kami akan minta klarifikasi kenapa sering mati lampu. Semoga masyarakat juga tenang dan bersabar. Kalau belum mengetahui alasannya, jangan langsung marah-marah dulu," tuturnya.

Sementara itu, salah seorang warga Kukar, Natasya, mengaku pemadaman listrik masih terjadi di tempat tinggalnya, meskipun tidak sesering sebelumnya.

Ia mengatakan, pemadaman listrik cukup mengganggu aktivitas masyarakat.

"Kalau di tempat saya masih ada pemadaman, tetapi tidak sesering dulu. Cuma ketika ada pemberitahuan pemadaman, kita harus mengantisipasi," ucapnya.

Ia berharap PLN dapat memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat, baik mengenai penyebab pemadaman maupun perkiraan waktu listrik kembali normal.

"Karena ini juga berdampak pada usaha saya, yang harusnya hari ini kita kerja, jika ada informasi pemadaman, kita agak bingung juga," tuturnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top