• Senin, 19 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo.(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Kecelakaan truk yang terjadi di kawasan Rapak, Balikpapan, Kamis (24/9/2026), dan mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor mengalami luka, mendapat perhatian Pemerintah Kota Balikpapan.

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo meminta pengawasan terhadap kelayakan kendaraan angkutan barang serta penertiban jam operasional truk diperketat.

Menurut Bagus, uji berkala kendaraan atau uji KIR harus menjadi instrumen utama untuk memastikan kendaraan angkutan yang beroperasi di jalan raya benar-benar dalam kondisi laik jalan.

“Uji KIR ini harus lebih diperketat. Izin laik kendaraan ada di Samsat dan Dinas Perhubungan. Harus semakin tegas karena ini berkaitan dengan risiko keselamatan masyarakat,” kata Bagus.

Ia menilai berbagai faktor seperti kerusakan kendaraan maupun kondisi pengemudi dapat memicu kecelakaan yang berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan.

“Kalau terjadi musibah seperti rem tidak berfungsi atau pengemudi kelelahan, dampaknya bisa menimbulkan kecelakaan. Nyawa masyarakat harus kita lindungi,” ujarnya.

Selain pengawasan kelayakan kendaraan, Bagus juga menyoroti masih adanya truk yang melintas di luar ketentuan jam operasional, khususnya pada pagi hari saat aktivitas masyarakat dan pelajar cukup tinggi.

Menurut dia, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama antara Dinas Perhubungan Kota Balikpapan dan Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur.

“Harus mulai didisiplinkan lagi. Perlu ada penjagaan rutin dan terjadwal agar tidak ada kekosongan pengawasan. Saya masih mendengar sampai pukul 09.00 WITA ada truk besar yang melintas, padahal pada jam itu banyak anak sekolah diantar orang tua atau menggunakan ojek,” katanya.

Bagus menegaskan, aspek pelayanan, perlindungan, dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Karena itu, ia meminta penempatan personel pengawasan di titik-titik rawan, termasuk kawasan Rapak, dilakukan secara optimal.

“Tidak ada alasan keterbatasan personel. Pelayanan dan perlindungan masyarakat harus menjadi yang utama. Di setiap pos juga perlu ada petugas yang berjaga secara rutin,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kecelakaan truk di kawasan Rapak yang kembali memunculkan perhatian terhadap pengawasan kendaraan berat dan kepatuhan terhadap aturan operasional di jalan raya. (Las)



Pasang Iklan
Top