
Saat peserta mempraktikkan bahasa isyarat, Sabtu (26/9/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : FUGO Hotel Samarinda menjalin kerja sama dengan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kalimantan Timur sebagai upaya mendorong terciptanya lingkungan kerja dan pelayanan yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman oleh General Manager FUGO Hotel Samarinda, Arman Widianto, dan Ketua PPDI Kaltim, Ani Juairiyah, di Ruang Batara 1 FUGO Hotel Samarinda, Sabtu (26/9/2026).
Penandatanganan dilakukan bertepatan dengan peringatan empat tahun program Corporate Social Responsibility (CSR) We Care Better milik FUGO Hotels & Resorts yang tahun ini mengusung semangat “Preparing a Better Future”.
General Manager FUGO Hotel Samarinda, Arman Widianto mengatakan, kerja sama tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan ruang dan kesempatan yang setara bagi seluruh kalangan.
Menurutnya, inklusivitas tidak sebatas memberikan kesempatan yang sama kepada penyandang disabilitas, tetapi juga memastikan lingkungan kerja mampu menerima dan menghargai setiap individu.
“Bagi kami, inklusivitas bukan hanya memberikan kesempatan yang setara, tetapi juga menciptakan lingkungan agar setiap orang merasa dihargai, diterima dan memiliki ruang untuk berkontribusi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PPDI Kaltim Ani Juairiyah menilai keterlibatan dunia usaha memiliki peran penting dalam membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
Menurutnya, perusahaan merupakan pihak yang paling memahami kebutuhan sumber daya manusia sesuai bidang usaha masing-masing. Karena itu, kolaborasi dengan korporasi diharapkan dapat semakin memperluas peluang bagi tenaga kerja penyandang disabilitas.
“Pihak korporasi yang paling memahami kebutuhan sumber daya manusianya. Kehadiran SDM penyandang disabilitas juga bisa menjadi daya tarik baru bagi perusahaan,” katanya.
Melalui kerja sama tersebut, FUGO Hotel Samarinda bersama PPDI Kaltim akan mendorong peningkatan pemahaman mengenai inklusivitas dan keberagaman, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi penyandang disabilitas.
Selain penandatanganan nota kesepahaman, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan workshop bertajuk “Inclusivity Act: Preparing a Better Future”.
Workshop menghadirkan juru bahasa isyarat Lina Oktaviani. Peserta diberikan pemahaman mengenai disabilitas dan ragamnya, cara mengenali kebutuhan penyandang disabilitas, hingga etika dalam berinteraksi.
Tidak hanya mendapatkan materi secara teori, peserta juga diperkenalkan dengan dasar-dasar bahasa isyarat sebagai salah satu sarana komunikasi dengan penyandang disabilitas.
Kegiatan tersebut diikuti karyawan FUGO Hotel Samarinda, perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kota Samarinda, PPDI Kaltim serta awak media.
Keterlibatan sejumlah pihak itu diharapkan dapat memperluas pemahaman bahwa upaya menciptakan lingkungan inklusif membutuhkan kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, organisasi penyandang disabilitas dan masyarakat.
Momentum empat tahun We Care Better juga dimanfaatkan FUGO Hotel Samarinda untuk memperkuat komitmen terhadap keberagaman, terutama dalam memberikan kesempatan yang setara dan membangun lingkungan yang dapat menerima serta menghargai setiap individu. (*Yud)