
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading.(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Persiapan sarana pertandingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser terus dikebut. Seluruh venue yang akan digunakan pada pertandingan ditargetkan sudah siap paling lambat pada awal November mendatang.
Kesiapan fasilitas pertandingan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kaltim mengingat sejumlah cabang olahraga (cabor) dijadwalkan mulai bertanding lebih awal sebelum pembukaan resmi Porprov pada 14 November 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading menegaskan, penyelesaian venue tidak boleh terlambat. Sebab, waktu pelaksanaan pertandingan semakin dekat.
“Awal November venue sudah harus bisa digunakan. Jangan sampai persiapannya belum selesai ketika waktu pertandingan sudah semakin dekat,” kata Rasman, Sabtu (26/9/2026).
Salah satu cabor yang akan lebih dahulu menggelar pertandingan adalah sepatu roda. Pertandingan cabor tersebut dijadwalkan dimulai pada 2 November 2026.
Dengan jadwal itu, fasilitas pertandingan yang digunakan untuk cabor yang bertanding lebih awal harus dipastikan siap sebelum rangkaian utama Porprov berlangsung.
Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser, Abdi Permana mengatakan, pengerjaan sejumlah venue hingga kini terus berlangsung.
Menurutnya, sebanyak 54 venue telah siap digunakan. Meski demikian, masih terdapat beberapa fasilitas pertandingan dengan progres pembangunan berkisar 70 hingga 90 persen.
“Masih ada beberapa venue yang progresnya sekitar 70 sampai 90 persen. Namun kami menargetkan seluruhnya dapat diselesaikan pada Oktober,” katanya.
Selain kesiapan venue, tahapan koordinasi menjelang Porprov juga menjadi perhatian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim.
Wakil Ketua I KONI Kaltim, Hendra RA menilai persiapan Porprov perlu segera dipercepat karena terdapat tahapan awal yang mengalami keterlambatan. Salah satu langkah yang dinilai perlu segera dilaksanakan yakni Coordination Delegation Meeting (CDM).
Menurut Hendra, CDM sebaiknya tidak hanya menjadi forum agar membahas persoalan administrasi pertandingan. Pertemuan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi venue di Kabupaten Paser.
Ia mengusulkan kegiatan tersebut melibatkan Technical Delegate (TD), perwakilan kontingen kabupaten dan kota, Dispora, Tim Pengawasan dan Pengarahan (Wasrah), Tim Keabsahan, serta KONI Kaltim.
Peninjauan langsung dinilai penting agar berbagai kekurangan pada venue dapat diketahui dan segera ditindaklanjuti sebelum Porprov memasuki tahap akhir persiapan.
“Pada prinsipnya, PB Porprov yang perlu mengirimkan surat undangan kepada kami. Sekarang kami masih menunggu. Begitu PB Porprov menyatakan siap, kami bersama rombongan akan langsung menuju Paser,” pungkas Hendra. (*Yud)