• Senin, 19 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala Bulog Kaltimra, Musazda Said.(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara memastikan ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) masih mencukupi untuk mendukung kebutuhan masyarakat hingga akhir 2026.

Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltimra, Musazdin Said, mengatakan saat ini Bulog menguasai stok beras sekitar 13.500 ton untuk wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

“Total yang saat ini kami kuasai kurang lebih sekitar 13.500 ton. Jadi cukup besar,” kata Musazda, pada hari Jumat (25/9/2026).

Menurutnya, stok tersebut tidak hanya digunakan untuk menjaga ketersediaan beras, tetapi juga mendukung program bantuan pangan yang menjadi penugasan pemerintah kepada Bulog.

Bulog Kaltimra memperkirakan penyaluran bantuan pangan akan kembali diperpanjang hingga Oktober, November, dan Desember 2026. Kebijakan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kondisi produksi pangan yang berpotensi terdampak fenomena El Nino.

“Ada rencana perpanjangan bantuan pangan. Ini akan dilanjutkan di Oktober, November, dan Desember nanti ke depan karena ada perkiraan dari pemerintah bahwa El Nino ini sepertinya akan panjang,” ujarnya.

Dengan ketersediaan stok saat ini, Musazda memastikan Bulog masih mampu memenuhi penyaluran bantuan pangan hingga penghujung tahun.

Bahkan, setelah penyaluran bantuan pangan selesai pada Desember, Bulog diperkirakan masih memiliki stok sekitar 2.000 hingga 3.000 ton yang dapat menjadi persediaan awal memasuki 2027.

“Kalau sampai akhir Desember, kami masih ada stok kurang lebih sekitar 2.000 sampai 3.000 ton di 2027,” jelasnya.

Bulog selanjutnya akan menunggu penyerapan beras berikutnya dari hasil produksi dalam negeri yang diperkirakan mulai kembali dilakukan sekitar Februari atau Maret 2027.

Musazda menegaskan ketersediaan CBP tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan, sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah potensi perubahan kondisi cuaca dan produksi pangan. (Las)



Pasang Iklan
Top