• Senin, 19 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Gerakan Pangan Murah berlangsung di Halaman Mapolresta Balikpapan, Kamis (24/9/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) di Halaman Mapolresta Balikpapan, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan hasil sinergi Ditreskrimsus Polda Kaltim dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan itu tidak hanya menghadirkan bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga mengatur pembelian LPG agar distribusinya tetap menyasar kebutuhan rumah tangga.

Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Kaltim AKBP Agus Sunandar mengatakan, GPM digelar sebagai respons terhadap dinamika kondisi pangan, sekaligus upaya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah.

“Melihat keadaan ataupun dinamika yang terjadi, maka GPM ini dirasa perlu untuk dilaksanakan. Paling tidak untuk membantu masyarakat, terutama masyarakat Balikpapan,” kata Agus.

Sejumlah kebutuhan pokok tersedia dalam kegiatan tersebut, mulai dari beras, minyak goreng hingga komoditas pertanian seperti cabai dan sayuran yang berasal dari dukungan pelaku UMKM.

Harga sejumlah komoditas juga ditekan karena pasokan diperoleh langsung dari distributor serta mendapat dukungan dari Bulog dan Pertamina.

Agus menyebut beras SPHP kemasan lima kilogram dijual Rp60 ribu. Sementara LPG dijual Rp19 ribu atau mengikuti harga pangkalan.

Khusus LPG, pembelian tidak dilakukan secara bebas. Warga wajib menunjukkan KTP dan pembelian untuk kebutuhan rumah tangga dibatasi satu tabung.

Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga agar komoditas bersubsidi yang tersedia dalam GPM dapat diterima masyarakat sesuai kebutuhan.

“Untuk LPG memang ada beberapa persyaratan. Harus ada KTP, kemudian untuk rumah tangga cuma satu,” jelasnya.

Menurut Agus, pelaksanaan GPM juga menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor. Polda Kaltim tidak dapat berjalan sendiri karena keberlanjutan kegiatan sangat bergantung pada ketersediaan pasokan dari instansi dan pihak terkait.

Koordinasi selanjutnya akan melibatkan Dinas Perdagangan, Bulog, Pertamina serta pihak lain yang berperan dalam penyediaan komoditas.

“Kegiatan seperti ini tidak bisa berbicara dari Polda, tetapi kita berbicara tim. Kita butuh masukan dari Dinas Perdagangan, Bulog, Pertamina, karena dinas-dinas itulah yang sebagai penyedia barangnya,” ujarnya.

Agus mengatakan, GPM di lokasi tersebut berlangsung satu hari. Namun, kegiatan serupa masih terbuka untuk kembali dilaksanakan di waktu dan lokasi berbeda setelah mempertimbangkan ketersediaan pasokan.

Informasi mengenai pelaksanaan GPM sebelumnya telah disebarluaskan kepada masyarakat melalui media sosial. Jajaran Bhabinkamtibmas juga dilibatkan untuk menyampaikan informasi kepada warga di wilayah masing-masing.

Bagi masyarakat, keberadaan GPM menjadi alternatif untuk menghemat pengeluaran rumah tangga.

Nia, warga Klandasan Ulu, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Ia mengetahui informasi kegiatan melalui media sosial dan warga sekitar.

“Alhamdulillah ada pasar murah seperti ini, jadi membantu masyarakat, apalagi emak-emak,” kata Nia.

Ia datang untuk membeli sejumlah kebutuhan rumah tangga, di antaranya minyak goreng, elpiji 3 kg dan beras. Menurutnya, harga yang ditawarkan dalam GPM lebih terjangkau.

Nia berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih rutin, terutama ketika harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan.

“Harapan kami harga jangan sampai melonjak. Kalau bisa diadakan setiap saat seperti ini, jadi bisa membantu perekonomian kami di keluarga,” ujarnya. (Las)



Pasang Iklan
Top