
Kecelakaan truk terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, dekat Simpang Strat 1, Balikpapan Utara, Kamis (24/9/2026).(Foto: Relawan)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Kecelakaan truk terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, dekat Simpang Strat 1, Balikpapan Utara, Kamis (24/9/2026) pagi, menimbulkan kemacetan.
Selain menyebabkan seorang pengendara motor terluka, kecelakaan itu membuat tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) roboh hingga menimpa sebuah mobil.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.30 WITA. Truk roda 10 bernomor polisi KT 8089 AE tersebut diketahui melaju dari arah Batu Ampar menuju Pelabuhan.
Kanit Laka Gakum Satlantas Polresta Balikpapan Iptu Danang Suparman mengatakan, berdasarkan keterangan awal pengemudi, truk mengalami gangguan rem secara mendadak saat berada di sekitar Strat 1.
“Rem mengalami blong mendadak. Kemudian pengemudi dengan membanting setir ke kanan dan masuk ke jalur sebelah atau jalur berlawanan,” jelas Danang.
Truk yang masuk ke jalur berlawanan kemudian mengenai pengendara sepeda motor yang datang dari arah berlawanan. Pengendara motor berjenis kelamin laki-laki mengalami luka dan telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Kanujoso Djatiwibowo.
Dampak kecelakaan tidak berhenti pada tabrakan dengan sepeda motor. Truk juga menabrak tiang listrik atau PJU di sekitar lokasi. Tiang tersebut kemudian roboh dan menimpa sebuah mobil.
Danang menjelaskan, mobil tersebut tidak mengalami benturan langsung dengan truk. Kerusakan terjadi akibat tertimpa tiang yang roboh setelah ditabrak truk.
Danang menegaskan, informasi tersebut merupakan hasil penanganan awal di lokasi kejadian. Polisi masih akan meminta keterangan lebih mendalam dari sopir dan melakukan penyidikan untuk memastikan rangkaian kejadian serta penyebab kecelakaan.
“Untuk sopir nanti kami mintai keterangan lebih dalam lagi, masih dalam penanganan penyidikan,” ujarnya.
Sementara itu, sopir truk, Slamet (53), mengatakan dirinya telah mengurangi kecepatan sebelum melintasi jalan menurun. Ia juga mengaku sudah berusaha mengerem, tetapi kendaraan tetap melaju.
“Turunan ini pelan, Pak. Saya rem. Remnya sudah saya tarik, tetapi terasa sedikit. Sampai akhirnya remnya mentok,” ujar Slamet.
Slamet mengaku kondisi semakin sulit dikendalikan ketika kendaraan memasuki bagian jalan yang mengharuskan dirinya berbelok. Ia menyebut truk tidak lagi dapat diarahkan dengan baik hingga akhirnya keluar kendali.
Menurut keterangannya, mesin kendaraan sempat mati sebelum truk kehilangan kendali. Slamet juga membantah dirinya mengemudi dalam kondisi mengantuk. “Tidak mengantuk, Pak. Karena mesin mati,” katanya.
Slamet memperkirakan truk melaju sekitar 25-28 kilometer per jam sebelum kecelakaan. Ia mengaku masih berupaya mengendalikan kendaraan setelah mengetahui rem tidak berfungsi sebagaimana mestinya. “Remnya sampai putus. Saya tarik," katanya.
Setelah kecelakaan, Slamet turut membantu membawa pengendara motor yang terluka ke rumah sakit. (Las)