
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas saat audiensi bersama jajaran Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta.(Dok. Adpim Pemkab Berau)
BERAU, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya konektivitas jalan yang menjadi salah satu kebutuhan penting dalam membuka akses ekonomi masyarakat.
Langkah tersebut ditempuh Bupati Berau Sri Juniarsih Mas melalui audiensi bersama jajaran Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta. Dalam pertemuan itu, Bupati didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Fendra Firnawan, beserta jajaran.
Sejumlah kebutuhan pembangunan infrastruktur daerah disampaikan dalam pertemuan tersebut, terutama peningkatan akses jalan dan sarana pendukung yang berkaitan langsung dengan konektivitas antarwilayah.
Bagi Berau, pembangunan infrastruktur memiliki peran strategis karena karakter wilayah yang luas serta sebaran pusat-pusat aktivitas masyarakat dan potensi ekonomi yang berada di berbagai kawasan.
Bupati Sri Juniarsih mengatakan, peningkatan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pergerakan ekonomi masyarakat.
“Kita terus mengupayakan bagaimana akses di berbagai wilayah bisa semakin baik. Ini penting karena infrastruktur berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat dan pengembangan ekonomi daerah,” ungkap Sri Juniarsih, Selasa (22/9/2026).
Ia menyebut, salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pariwisata. Berau memiliki sejumlah destinasi unggulan yang tersebar di kawasan pesisir hingga pedalaman.
Lanjutnya, pengembangan sektor tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur agar akses menuju destinasi semakin mudah dan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya ikut berkembang.
Sri menilai, potensi wisata tidak cukup hanya mengandalkan daya tarik alam. Ketersediaan akses transportasi dan infrastruktur pendukung menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.
“Banyak objek wisata kita yang masih perlu mendapatkan perhatian, terutama akses menuju lokasi. Ini yang terus kita upayakan agar bagaimana aksesnya bisa lebih baik,” katanya.
Di sisi lain, Pemkab Berau menyadari kebutuhan pembangunan infrastruktur daerah cukup besar, sementara kemampuan fiskal daerah memiliki keterbatasan. Kondisi tersebut membuat kolaborasi dengan pemerintah pusat menjadi bagian penting dalam strategi percepatan pembangunan.
Melalui sinergi lintas pemerintahan, sejumlah kebutuhan pembangunan yang belum dapat ditangani sepenuhnya melalui anggaran daerah diharapkan dapat memperoleh dukungan dari pemerintah pusat.
Konektivitas yang semakin baik juga diharapkan memberikan dampak berantai bagi masyarakat. Selain memperpendek akses antarwilayah, infrastruktur yang memadai dapat mendukung distribusi hasil pertanian, perikanan dan produk UMKM, sekaligus memperkuat akses menuju kawasan wisata.
Hal tersebut sejalan dengan arah pembangunan Berau yang menempatkan pengembangan ekonomi berbasis potensi daerah sebagai salah satu bagian penting dalam mewujudkan pertumbuhan yang lebih merata.
Bupati Sri menegaskan, Pemkab Berau akan terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat untuk memperjuangkan kebutuhan pembangunan daerah.
Ia menambahkan, sinergi tersebut diperlukan agar keterbatasan fiskal tidak menjadi hambatan dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur yang memiliki dampak luas bagi masyarakat.
“Harapan kita, melalui sinergi dan dukungan pemerintah pusat, pembangunan di Berau dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya. (Adv/Bul)