• Senin, 21 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Balikpapan, Agung Budi Wibowo.(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Balikpapan tengah mendalami informasi dugaan peretasan Sistem Informasi Manajemen Pendapatan Daerah (SIMPATDA), setelah muncul klaim akses terhadap basis data sistem tersebut di sebuah forum kejahatan siber.

Klaim tersebut disampaikan aktor dengan nama samaran vicmeow yang mengaku telah memperoleh akses terhadap database SIMPATDA, sistem yang berkaitan dengan pengelolaan pendapatan dan perpajakan daerah.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Balikpapan, Agung Budi Wibowo, mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Saya sampaikan kepada masyarakat adalah tidak perlu khawatir. Saat ini kami dari Diskominfo sedang mendalami informasi tersebut," kata Agung, Senin (21/9/2026).

Menurut Agung, proses pendalaman dilakukan untuk mengetahui kondisi sistem sekaligus memastikan apakah benar terdapat data yang telah diakses atau mengalami kebocoran. Ia menegaskan, pengamanan terhadap data tetap dilakukan selama proses pemeriksaan berlangsung.“Sistem kami itu tidak membaca data bocor. Masih bisa kita lindungi lah datanya,” ujarnya.

Agung mengatakan, Diskominfo belum dapat membeberkan secara rinci data apa saja yang disebut telah diakses. Informasi tersebut masih dalam proses verifikasi, sehingga pihaknya memilih tidak menyampaikan kesimpulan sebelum pemeriksaan selesai. “Karena ini data spesifik juga, kita tidak bisa memberikan informasi yang banyak,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Balikpapan juga telah berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperkuat langkah pencegahan sekaligus memastikan keamanan sistem dan data pemerintah daerah.

“Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap bocornya data tersebut, karena kami sudah melakukan koordinasi juga dengan BSSN terkait antisipasi dan pencegahannya,” tutur Agung. (Las)



Pasang Iklan
Top