• Senin, 19 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Pembukaan FASDA LDII Balikpapan, di Kawasan Masjid Al Ajwah, Sabtu (19/9/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengapresiasi pelaksanaan Festival Anak Sholeh Daerah (FASDA) yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Balikpapan.

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi anak-anak, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter sejak usia dini.

Menurut Bagus, pembentukan karakter perlu dilakukan secara konsisten agar anak-anak memiliki bekal yang kuat sebagai generasi penerus bangsa.

“Ada 29 karakter luhur yang menjadi motivasi dari LDII. Ini menunjukkan bahwa anak-anak sejak usia dini harus mulai kita bina dan dididik untuk memiliki karakter yang kuat,” kata Bagus, usai membuka Kegiatan FASDA LDII Balikpapan, di Kawasan Masjid Al Ajwah, pada hari Sabtu, 19 September 2026.

Ia menilai kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun tersebut memiliki nilai positif, karena memadukan pembinaan keagamaan dengan penguatan wawasan kebangsaan.

Bagus berharap kegiatan serupa dapat terus digelar untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap agama dan tanah air, sekaligus membentuk pribadi yang memiliki karakter baik.

“Saya yakin dengan kebiasaan seperti ini, pelaksanaan kegiatan seperti ini akan menumbuhkan sifat cinta Islam, cinta tanah air, wawasan kebangsaan, sekaligus menguatkan karakter anak-anak kita,” ujarnya.

Di sisi lain, Bagus mengingatkan tantangan pembinaan anak kini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan media sosial. Anak-anak perlu dibekali kemampuan memilah informasi, agar tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Ia meminta anak-anak membiasakan diri melakukan tabayun atau memeriksa kebenaran informasi, sebelum mempercayai dan membagikannya kepada orang lain.

“Jangan sampai semuanya kita terima begitu saja, kemudian kita share. Kita mesti tabayun dan mempunyai modal pemikiran yang baik. Tidak hanya melihat dari satu sisi, tapi semua sisi harus kita lihat,” tuturnya.

Menurutnya, penggunaan telepon seluler juga membutuhkan pendampingan dari orang tua. Anak-anak, kata Bagus, tidak seharusnya dibiarkan mengeksplorasi seluruh konten yang tersedia di internet tanpa pengawasan.

Karena itu, ia mendorong orang tua memperkuat komunikasi dengan anak, termasuk di tengah kesibukan pekerjaan.

“Komunikasi orang tua, kemudian kerukunan di dalam keluarga itu penting. Terutama sebagai ayah, kalau mungkin kesibukan dengan mata pencaharian, tetap harus berkomunikasi dengan anak-anaknya,” katanya.

Bagus menilai komunikasi keluarga menjadi salah satu kunci agar anak tidak menghadapi persoalan seorang diri dan memiliki tempat untuk berdiskusi ketika menghadapi masalah.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Balikpapan H. Herry Fathamsyah mengatakan Festival Anak Sholeh Daerah merupakan bagian dari program pembinaan generasi penerus yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

Ia mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi LDII dalam membantu pemerintah membangun generasi yang memiliki nilai-nilai positif menuju Indonesia Emas 2045.

“Tujuannya adalah membantu Pemerintah RI dan pemerintah daerah agar pembinaan generasi penerus ini bisa mengisi nilai-nilai positif dalam era Indonesia Emas 2045,” ujar Herry.

Menurut Herry, peserta kegiatan tidak hanya berasal dari warga LDII, tetapi juga melibatkan masyarakat di sejumlah wilayah Balikpapan, khususnya Kecamatan Balikpapan Timur, Balikpapan Selatan, dan Balikpapan Utara.

Ia menambahkan, pembinaan anak-anak tidak berhenti pada kegiatan festival. Pembelajaran dan pembinaan teknis juga dilakukan secara rutin dua kali dalam sepekan di musala maupun masjid LDII.

“Ini adalah mengumpulkan setiap warga di sini, tapi pembelajaran secara teknis kita lakukan dalam satu minggu itu dua kali di musala atau masjid LDII,” pungkasnya. (Las)



Pasang Iklan
Top