
Sosialisasi FPK Balikpapan, di Cafe BTS View Kelurahan Telaga Sari, pada hari Sabtu (12/9/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Balikpapan mendorong mahasiswa untuk mengambil peran lebih besar dalam menjaga persatuan dan toleransi di tengah derasnya arus informasi digital.
Pesan tersebut mengemuka dalam forum Ngobrol Santai (Ngobras) FPK bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Balikpapan yang membahas wawasan kebangsaan serta berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini.
Ketua FPK Balikpapan, Abdul Rahim, mengatakan wawasan kebangsaan penting untuk memperluas cara pandang, sekaligus membangun kepedulian sosial generasi muda.
Menurutnya, wawasan kebangsaan tidak hanya berkaitan dengan pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan, tetapi juga bagaimana generasi muda mampu menjaga persatuan di tengah perubahan zaman.
“Wawasan kebangsaan adalah cara pandang kita terhadap diri dan lingkungan berbangsa yang bersumber dari Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya, saat Sosialisasi di Cafe BTS View Kelurahan Telaga Sari, pada hari Sabtu (12/9/2026).
Ia menilai tantangan kebangsaan pada era digital telah mengalami perubahan. Jika dahulu ancaman terhadap bangsa lebih banyak berbentuk konflik fisik, kini masyarakat dihadapkan pada derasnya informasi yang dapat memicu perpecahan.
Hoaks, polarisasi sosial, hingga menurunnya toleransi disebut menjadi tantangan yang perlu dihadapi bersama, termasuk oleh kalangan mahasiswa.
“Sebagai mahasiswa yang merupakan agen perubahan dan penjaga moral, kita tidak boleh bersikap acuh tak acuh,” tegasnya.
Abdul Rahim mendorong mahasiswa menunjukkan kecintaan terhadap tanah air melalui prestasi, menjaga perdamaian di ruang digital, serta merawat keberagaman di lingkungan kampus.
Ia berharap mahasiswa dapat menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan memiliki komitmen kebangsaan yang kuat.
“Jadikan perbedaan suku, agama, dan ras sebagai kekuatan untuk membangun negeri, bukan alasan untuk berpecah belah,” katanya.
Selain Ngobras bersama BEM, FPK Balikpapan juga akan menggelar bimbingan teknis dan sosialisasi Pembauran Kebangsaan pada 19 September mendatang yang melibatkan unsur tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan.
Kegiatan tersebut rencananya menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengapresiasi forum yang mempertemukan pemerintah, FPK, dan mahasiswa tersebut.
Menurut Bagus, diskusi antara pemerintah dan mahasiswa penting untuk membangun sinergi sekaligus mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi Kota Balikpapan.
Dalam forum tersebut, pembahasan tidak hanya menyentuh empat pilar kebangsaan, tetapi juga berbagai persoalan aktual, mulai dari perubahan iklim ekstrem hingga kebakaran hutan dan kondisi sosial di Balikpapan.
“Ini menjadi hal yang positif karena ada sinergi, ada kolaborasi atau diskusi yang baik antara Pemerintah Kota, ormas FPK dengan adik-adik mahasiswa,” kata Bagus.
Ia berharap forum tersebut tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat berlanjut dalam pertemuan berikutnya dengan menghasilkan gagasan dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Intinya memberikan solusi positif terhadap apa yang ada di Kota Balikpapan, supaya Kota Balikpapan lebih maju kotanya, lebih sejahtera masyarakatnya,” ujarnya.
Dalam sosialisasi ini, menghadirkan narasumber dari Kodim 0905/Balikpapan dan Polresta Balikpapan, untuk memberikan pemahaman wawasan kebangsaan. (Las)