• Senin, 19 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ilustrasi gagal panen akibat kekeringan, Jumat (11/9/2026).(Foto: Gemini AI)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Kekeringan mulai berdampak langsung pada petani di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Di Desa Loa Duri Seberang, Kecamatan Loa Janan, sekitar 7 hektare (ha) lahan sawah dilaporkan gagal panen akibat kekurangan air.

Salah seorang petani, Maliyanus mengatakan, sebagian petani sebenarnya sudah menanam sejak April dan saat ini seharusnya memasuki masa panen.

Namun, keterbatasan air membuat sejumlah petani terlambat melakukan penanaman hingga akhirnya tanaman tidak menghasilkan.

"Ternyata ada teman-teman yang terkendala air, karena airnya tidak cukup, akhirnya gagal panen, " ujarnya kepada KutaiRaya.com saat penyerahan pompa air di Kantor BPBD Kukar, Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, dari total lahan persawahan sekitar 12 hingga 15 hektare, ada sekitar 7 hektare yang mengalami gagal panen.

Lahan itu tidak menghasilkan padi akibat kondisi sawah yang mengalami kekeringan.

"Yang tanam lambat ini yang enggak panen. Ada beberapa hektare, total sekitar tujuh hektare yang gagal panen. Tidak ada hasil karena kekeringan," tuturnya.

Kondisi ini menjadi kerugian bagi petani karena lahan yang seharusnya sudah menghasilkan justru tidak dapat dipanen.

Ia berharap persoalan ketersediaan air dapat segera diatasi, salah satunya melalui bantuan pompa untuk mengalirkan air ke lahan pertanian.

"Ke depannya kami berharap ada pompa. Mudah-mudahan nanti tidak terulang lagi seperti yang kita alami sekarang," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, Pemkab Kukar telah menerima bantuan 11 unit pompa melalui pemerintah provinsi yang diteruskan kepada BPBD Kukar.

Bantuan ini nantinya tidak hanya digunakan untuk menghadapi kekeringan, tetapi juga mendukung pengairan lahan pertanian.

"Untuk jangka panjangnya, pompa ini sudah kita persiapkan untuk pengairan di sawah-sawah. Tetapi untuk jangka pendek, kita optimalkan untuk penanganan karhutla di sekitar wilayah Kukar," katanya.

Pemkab Kukar telah memetakan sejumlah titik untuk distribusi pompa.

Dalam kondisi kekeringan seperti sekarang, pompa diharapkan membantu mengalirkan air ke wilayah yang sulit mendapatkan pasokan air.

Menurutnya, Kukar sebenarnya memiliki sumber air yang cukup, namun persoalannya adalah jarak antara sumber air dengan lahan pertanian.

Sehingga keberadaan pompa tersebut dapat membantu mendistribusikan air ke saluran irigasi yang tersedia.

"Kita punya sumber-sumber air, tetapi sebagian besar ada jarak untuk mendistribusikan air tersebut. Saluran irigasi primer, sekunder dan tersier kita beberapa ruas sudah bagus, sehingga tinggal menghubungkan aliran air dari pompa ke saluran irigasi yang kita miliki," tuturnya.

Ia berharap bantuan ini dapat membantu menyelamatkan tanaman padi yang saat ini masih dalam proses pertumbuhan, termasuk tanaman yang mulai memasuki fase bunting atau menjelang panen.

Tak hanya untuk kekeringan, pompa juga disiapkan sebagai langkah antisipasi ketika curah hujan tinggi.

Air yang berlebih nantinya dapat dipompa dari titik-titik tertentu untuk dialirkan kembali ke embung, kolam penampungan maupun sungai di sekitar area persawahan.

"Ketika curah hujan tinggi, ini juga bisa mengatasi untuk mendistribusikan air agar tidak terjadi banjir, dengan menarik air dari titik-titik untuk dikembalikan ke penampungan-penampungan besar," ucapnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top