• Senin, 19 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kalapas Narkotika Samarinda saat memberikan sambutan pada pembukaan Pelatihan Kemandirian Barbershop bagi WBP. Selasa (8/9/2026).(Foto: Abi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Keterampilan memangkas rambut atau barber shop, kini disiapkan menjadi salah satu modal Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, untuk membangun kehidupan baru setelah bebas.

Melalui Pelatihan Kemandirian Barbershop bersama LPK Rika Hair & Studio, WBP tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga didorong memiliki keterampilan bernilai ekonomi yang dapat membuka peluang kerja maupun usaha secara mandiri.

Program ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian, yang diarahkan untuk membekali WBP dengan keterampilan praktis dan memiliki nilai ekonomi.

Pelatihan ini dilaksanakan bekerja sama dengan LPK Rika Hair & Studio.

Para WBP mendapatkan pembelajaran mengenai keterampilan dasar, hingga praktik jasa pangkas rambut yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, Puang Dirham mengatakan, pelatihan keterampilan menjadi salah satu bentuk pembinaan yang penting bagi WBP sebelum kembali ke tengah masyarakat.

“Kami ingin memberikan bekal yang benar-benar bisa digunakan oleh warga binaan ketika mereka sudah selesai menjalani masa pidananya,” kata Puang Dirham, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, keterampilan barbershop dipilih karena bidang jasa pangkas rambut memiliki peluang untuk dikembangkan secara mandiri.

WBP tidak hanya diarahkan menjadi tenaga kerja, tetapi juga diharapkan mampu membuka usaha sendiri apabila memiliki kemampuan dan kesiapan yang cukup.

“Keterampilan memang harus menjadi modal bagi mereka untuk bisa mandiri, termasuk membuka peluang usaha setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Puang Dirham menegaskan pembinaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial pembukaan.

Pihak lapas akan memantau proses pelatihan dan mendorong WBP agar mengikuti seluruh tahapan secara aktif.

“Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan pelatihan ini dan memastikan warga binaan mengikuti prosesnya dengan baik,” tuturnya.

Ia menambahkan pembinaan kemandirian merupakan bagian dari persiapan WBP agar memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas.

Dengan keterampilan tersebut, WBP diharapkan memiliki pilihan aktivitas produktif dan tidak kembali melakukan pelanggaran hukum.

“Harapan kami, setelah bebas nanti mereka memiliki keterampilan dan bisa memberikan kontribusi positif di lingkungan masing-masing,” katanya.

Puang Dirham juga mengapresiasi dukungan LPK Rika Hair & Studio yang terlibat dalam memberikan pengetahuan serta keterampilan kepada WBP.

“Kami berterima kasih kepada LPK Rika Hair & Studio yang sudah bersedia bekerja sama dan memberikan pelatihan kepada warga binaan kami,” ucapnya.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, WBP diharapkan tidak hanya menyelesaikan masa pidananya, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat menjadi modal untuk hidup mandiri, produktif, dan kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

Sementara itu, salah seorang WBP yang menjadi peserta pelatihan, mengaku menyambut baik kesempatan untuk mempelajari keterampilan baru selama menjalani pembinaan di lapas.

Ia menilai pelatihan tersebut memberikan pengalaman yang berbeda karena keterampilan memangkas rambut dapat dipraktikkan secara langsung dan berpotensi menjadi pekerjaan ketika dirinya telah menyelesaikan masa pidana.

“Saya senang bisa mengikuti pelatihan ini karena kami mendapatkan keterampilan yang bisa dipakai setelah keluar nanti,” ujarnya.

Menurutnya, belajar memangkas rambut tidak hanya membutuhkan keberanian, tetapi juga ketelitian dan kesabaran.

Maka itu, ia berusaha mengikuti setiap materi yang diberikan oleh instruktur.

“Awalnya memang tidak mudah, tetapi kami belajar pelan-pelan dan terus mencoba supaya hasil potongannya bisa lebih baik,” tuturnya.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti setelah kegiatan selesai.

Menurutnya, kemampuan tersebut dapat terus diasah sehingga nantinya bisa menjadi sumber penghasilan.

“Saya ingin keterampilan ini terus saya pelajari sampai benar-benar bisa, sehingga nanti bisa menjadi pekerjaan dan menghasilkan uang secara halal,” katanya.

Selain mendapatkan keterampilan teknis, ia mengemukakan, pelatihan ini juga membuat WBP memiliki kegiatan positif selama menjalani masa pembinaan.

Hal ini dapat membangun rasa percaya diri dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah bebas.

Ia berharap program pembinaan serupa terus diberikan kepada WBP dengan berbagai bidang keterampilan.

Menurutnya, semakin banyak keterampilan yang dimiliki, semakin besar pula peluang untuk memulai kehidupan baru setelah kembali ke masyarakat.

“Saya berharap pelatihan seperti ini terus ada, karena kami ingin punya bekal dan kesempatan untuk memulai kehidupan yang lebih baik setelah bebas,” ucapnya. (Abi)



Pasang Iklan
Top