• Senin, 19 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



IDI Cabang Balikpapan Peduli Korban Gempa Nusa Tenggara Timur.(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Balikpapan kembali mengirimkan tim medis, untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Tiga dokter diberangkatkan menuju Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memberikan pelayanan kesehatan, khususnya kepada warga yang berada di lokasi pengungsian.

Pengiriman tim medis tersebut menjadi bagian dari program kerja Bidang Pengabdian kepada Masyarakat IDI Cabang Balikpapan periode kepengurusan 2025–2028. Bidang ini diketuai dr. AHM Yunus, Sp.An., dokter spesialis anestesi dari RS Pertamina Balikpapan.

Ketua IDI Cabang Balikpapan, dr. A. Sri Juliarty, M.Kes., mengatakan pengabdian kepada masyarakat menjadi salah satu fokus organisasi. Bahkan, dalam dua tahun terakhir, IDI Balikpapan secara berturut-turut mengirimkan dokter untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Alhamdulillah, tahun ini kami kembali memberangkatkan tim medis. Dua tahun berturut-turut IDI Cabang Balikpapan dapat melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat,” kata Sri Juliarty, pada hari Senin (7/9/2026), di Klinik Ibnu Sina.

Sebelumnya, IDI Balikpapan mengirimkan tim medis ke Aceh Tamiang. Tahun ini, misi kemanusiaan dilanjutkan ke NTT dengan menggandeng Klinik Ibnu Sina. Termasuk, memberikan bantuan Peduli Korban Gempa Nusa Tenggara Timur sebesar Rp 40.500.000,-.

Tiga dokter yang diberangkatkan ke Manggarai Timur yakni dr. AHM Yunus, Sp.An., dr. Hadi Yuniarko dari Klinik Ibnu Sina, dan dr. Faruk dari Klinik Ibnu Sina.

Sri Juliarty menjelaskan, pengiriman tim medis ke NTT juga merupakan bagian dari keterlibatan IDI Cabang Balikpapan dalam respons kemanusiaan yang dikoordinasikan Pengurus Besar IDI.

Dalam penanganan bencana, tim dokter dari berbagai daerah dikerahkan secara bergantian untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.

Menurut Sri Juliarty, luasnya wilayah terdampak membuat kebutuhan pelayanan kesehatan tidak dapat ditangani oleh satu tim saja. Karena itu, keterlibatan dokter dari berbagai daerah menjadi penting agar pelayanan medis dapat terus berlangsung.

“Harapannya tim medis kami bisa membantu masyarakat di sana, terutama yang berada di pengungsian. Kami juga mendoakan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan tim dapat kembali ke Balikpapan dengan selamat,” ujarnya.

Bagi IDI Balikpapan, pengabdian masyarakat bukan sekadar agenda organisasi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab profesi dokter untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, termasuk ketika berada dalam situasi bencana.

Di lokasi pengungsian, kebutuhan warga tidak hanya berkaitan dengan pangan dan tempat tinggal. Akses terhadap layanan kesehatan juga menjadi kebutuhan penting, terutama bagi masyarakat yang harus bertahan dalam kondisi serba terbatas.

Kehadiran tiga dokter dari Balikpapan diharapkan dapat membantu meringankan beban warga, sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak di Manggarai Timur.

Melalui misi tersebut, IDI Balikpapan menegaskan bahwa pengabdian profesi kedokteran tidak terbatas pada ruang praktik dan fasilitas kesehatan. Ketika bencana terjadi dan masyarakat membutuhkan pertolongan, dokter juga hadir dengan keahlian, waktu, dan tenaga yang dimiliki. (Las)



Pasang Iklan
Top