
Bersih-bersih pantai di kawasan pantai belakang Hotel Dusit Balikpapan, Kamis (3/9/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Persoalan sampah di kawasan pesisir Balikpapan tidak semata-mata berasal dari aktivitas masyarakat sekitar. Arus laut dan perubahan musim turut membawa material sampah dari wilayah lain ke garis pantai.
Kondisi itu menjadi salah satu persoalan yang dihadapi warga RT 01 Kelurahan Damai, Balikpapan. Karena itu, kegiatan bersih-bersih pantai yang digelar PTMB bersama Enable Project dan masyarakat dinilai bukan hanya menjaga kebersihan, tetapi juga menjadi upaya membangun kepedulian bersama terhadap kawasan pesisir.
Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan pantai belakang Hotel Dusit Balikpapan, Kamis (3/9/2026), dan mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo.
Bagus mengatakan, keterlibatan perusahaan swasta dan komunitas dalam menjaga lingkungan merupakan langkah positif yang perlu terus diperluas. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan oleh lebih banyak pihak di berbagai kawasan Kota Balikpapan.
“Pemerintah kota mengapresiasi kegiatan ini. Mudah-mudahan perusahaan swasta atau komunitas-komunitas bisa melakukan hal yang sama,” ujar Bagus.
Namun, menurutnya, kegiatan bersih-bersih tidak akan cukup jika tidak dibarengi perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. Ia mengingatkan warga agar tidak membuang sampah ke saluran air karena sampah yang masuk ke saluran pada akhirnya dapat terbawa hingga ke kawasan pesisir.
“Yang paling penting adalah kita berharap warga semua yang ada di Kota Balikpapan selalu menjaga kebersihan lingkungan. Membuang sampah tidak di saluran, tetap di tempatnya,” tegasnya.
Bagus menilai persoalan kebersihan lingkungan membutuhkan kesadaran bersama. Pemerintah, perusahaan, komunitas, hingga masyarakat memiliki peran masing-masing untuk mencegah sampah mencemari lingkungan.
Ia berharap aksi tersebut dapat menjadi pemicu bagi masyarakat untuk membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat, bukan hanya ketika ada kegiatan bersih pantai.
“Ini adalah satu hal yang positif dan mudah-mudahan menjadi penggerak untuk kita selalu hidup bersih, hidup sehat, dan menjaga lingkungan, terutama membuang sampah,” katanya.
Sementara itu, Ketua RT 01 Kelurahan Damai, Purwoko, mengatakan warga menyambut baik kolaborasi PTMB dan Enable Project dalam menjaga kebersihan kawasan pesisir. Menurutnya, bantuan berupa drum yang diberikan kepada masyarakat juga bermanfaat untuk mendukung pengelolaan kebersihan lingkungan.
“Kami sebagai warga sekitar merasa bersyukur karena PTMB dan Enable Project berkolaborasi dengan masyarakat untuk peduli lingkungan. Bantuan berupa drum juga sangat membantu dan memang diperlukan masyarakat,” ujar Purwoko.
Ia mengatakan kegiatan peduli lingkungan dari pihak lain sebenarnya juga pernah dilakukan di wilayahnya. Namun, kegiatan dengan skala lebih besar seperti yang dilakukan PTMB bersama Enable Project dinilai memberikan dampak yang lebih terasa bagi masyarakat.
“Kalau perusahaan lain juga ada, dari organisasi maupun PT lain, tetapi skalanya kecil. Dalam sebulan mungkin ada dua sampai tiga kali kegiatan,” katanya.
Di balik persoalan sampah di pesisir tersebut, Purwoko menyebut tidak seluruh sampah yang menumpuk berasal dari aktivitas warga. Pada musim angin selatan, kawasan pantai RT 01 kerap menerima sampah kiriman yang terbawa arus laut dari wilayah Penajam.
“Kadang-kadang ini bukan sampah dari lingkungan sini. Sampah bisa dari Penajam. Kalau musim selatan, sampah dari Penajam seperti buah bakau terbawa ke sini semua,” jelasnya.
Menurut Purwoko, kondisi pantai biasanya kembali lebih bersih ketika memasuki musim utara maupun timur. Artinya, dinamika arus dan musim ikut memengaruhi banyaknya material yang terdampar di kawasan pesisir.
Untuk menjaga kebersihan kawasan tersebut, warga juga mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan. Tiga warga setempat dipekerjakan untuk membantu menangani kebersihan pesisir dan mendapatkan upah dari DLH.
Dengan adanya dukungan tersebut, Purwoko berharap penanganan sampah pesisir dapat dilakukan secara berkelanjutan, mengingat persoalan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan sampah dari daratan, tetapi juga material yang terbawa arus laut.
Kolaborasi pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat pun dinilai menjadi kunci agar kebersihan pesisir Balikpapan dapat dijaga secara konsisten. (Las)