• Sabtu, 05 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Sosialisasi dari BPBD Kukar mengenai pertolongan pertama di Kolam Renang Junjung Buyah, Kamis (3/9/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Menjadi atlet renang tidak hanya soal kemampuan dalam berenang dan rutin menjalani latihan fisik.

Para atlet juga perlu memiliki pengetahuan dasar pertolongan pertama untuk menghadapi kondisi darurat yang bisa terjadi di kolam renang.

Hal ini menjadi perhatian Akuatik Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui kegiatan pelatihan pertolongan pertama yang melibatkan atlet, pelatih serta pengelola kolam renang.

Kegiatan ini diikuti perwakilan cabang olahraga (cabor) yang berhubungan dengan renang, seperti selam dan triathlon.

Kegiatan ini berlangsung di Kolam Renang Junjung Buyah Tenggarong, Kamis (3/9/2026).

Sekretaris Akuatik Kukar, Reza Pahlevi mengatakan, kegiatan ini digelar untuk menambah wawasan para atlet dan orang-orang yang beraktivitas di kolam terkait tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi insiden.

"Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah menambah wawasan kepada adik-adik kita tentang pertolongan pertama. Apabila terjadi insiden di kolam, apa yang harus dilakukan dan bagaimana membantu korban," ujarnya.

Dalam kegiatan ini, Akuatik Kukar menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar untuk memberikan materi mengenai penanganan kondisi darurat di kolam renang.

Ia mengapresiasi BPBD Kukar yang telah memberikan pendampingan dalam kegiatan tersebut.

Ia juga berterima kasih kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar yang terus mendukung kegiatan Akuatik Kukar, termasuk dalam penggunaan fasilitas kolam renang.

"Harapannya dengan kegiatan hari ini kita bisa lebih maksimal dalam pelaksanaan di lapangan, khususnya di kolam renang ini," katanya.

Sementara itu, pemateri dari BPBD Kukar, Apriatur Aiman mengatakan, materi yang diberikan fokus pada Bantuan Hidup Dasar (BHD), terutama karena kolam renang merupakan salah satu lokasi yang memiliki risiko terjadinya insiden.

"Kita dari BPBD Kukar diminta untuk sedikit sharing tentang BHD. Di kolam posisinya rawan terjadi korban yang lemas. Jadi kita memberikan pengetahuan kepada rekan-rekan, atlet dan sekuriti untuk melakukan pertolongan pertama apabila terjadi insiden," ujarnya.

Menurutnya, pengetahuan pertolongan pertama penting dimiliki karena dapat menjadi tindakan awal sebelum korban mendapatkan penanganan tenaga medis.

"Intinya, kalau ada insiden di sini, korban mendapat pertolongan pertama sebelum medis datang. Jadi bisa memperbesar peluang korban untuk selamat," tuturnya.

Dalam prakteknya, sejumlah pengelola kolam dan pelatih juga diberikan kesempatan mencoba langsung teknik pertolongan pertama yang telah disampaikan.

Ia berharap ilmu yang diberikan tidak hanya digunakan ketika berada di tempat kerja, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Harapannya semua yang ada di sini, entah itu coach atau sekuriti, mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Tidak hanya diterapkan di tempat pekerjaan, tetapi yang paling utama juga bisa diterapkan di lingkungan keluarga maupun kepada kerabat terdekat," ucapnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top