
Satgas Penyuluhan Bencana Karhutla Mabes TNI di wilayah Balikpapan saat silaturahmi dengan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Satuan Tugas (Satgas) Penyuluhan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI turun ke Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, untuk memperkuat edukasi masyarakat terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Perwakilan Satgas Penyuluhan Bencana Karhutla Mabes TNI di wilayah Balikpapan, Brigjen TNI Mar Said Latuconsina mengatakan kedatangan tim tidak hanya untuk bersilaturahmi dengan Pemerintah Kota Balikpapan, tetapi juga menjalankan tugas memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai potensi aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
"Kita sebenarnya ditugaskan khusus untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana mencegah agar tidak terjadi hal-hal yang dapat menimbulkan kebakaran hutan," ujar Said saat ditemui di Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan, tim akan turun langsung ke masyarakat untuk memberikan penyuluhan. Satgas juga dijadwalkan meninjau sejumlah lokasi yang sebelumnya terdampak kebakaran dan telah mendapatkan penanganan.
"Kita minta petunjuk dari Pak Wali. Kemudian nanti kita juga akan langsung ke masyarakat memberikan semacam penyuluhan dan edukasi. Kita juga akan melihat beberapa lokasi bekas kebakaran yang sudah ditindaklanjuti," jelasnya.
Said menambahkan, kegiatan penyuluhan tersebut telah berlangsung selama beberapa hari. Fokus utama Satgas adalah meningkatkan kesadaran masyarakat agar aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran dapat dicegah sejak awal.
Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyebut kedatangan Satgas Mabes TNI merupakan bagian dari penugasan pemerintah pusat, untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
"Jadi kedatangan beliau adalah penugasan dari Bapak Presiden secara langsung. Artinya memberikan edukasi kepada masyarakat akan arti pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan kita, terutama terhadap kebakaran-kebakaran hutan yang beberapa daerah ini terjadi," kata Rahmad.
Ia berharap upaya pencegahan tersebut dapat menjaga Balikpapan tetap aman dari ancaman karhutla. Pemkot Balikpapan, kata dia, juga terus berkoordinasi dengan berbagai tim untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran.
Rahmad menegaskan, pencegahan harus dimulai dari kesadaran masyarakat, terutama dalam aktivitas membuka lahan maupun mengelola kawasan perkebunan. "Jaga keamanan, terutama daerah-daerah yang perkebunan. Membuka lahan jangan membakar," tegasnya.
Menurut Rahmad, pencegahan karhutla bukan hanya berkaitan dengan kelestarian lingkungan, tetapi juga menyangkut keamanan dan kenyamanan masyarakat. "Yang paling utama adalah bagaimana kota ini aman untuk semua dan nyaman untuk ditinggali. Ini adalah untuk kebaikan kita semua," pungkasnya. (Las)