
Salah satu lomba Dinsos Kaltim, estafet sarung yang membutuhkan kekompakan tim, Sabtu (15/8/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Timur memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar sejumlah perlombaan yang melibatkan pegawai Dinsos dan enam Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).
Kegiatan yang dipusatkan di UPTD Panti Sosial Perlindungan Anak Dharma (PSPAD), Jalan H.A.M.M. Rifaddin, Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Sabtu (15/8/2026), itu sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi dan kekompakan antarsesama pegawai.
Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar memberikan ruang bagi seluruh pegawai agar dapat berinteraksi dalam suasana berbeda dari rutinitas pekerjaan sehari-hari.
"Momentum Hari Kemerdekaan ke-81 ini kami manfaatkan untuk berkumpul dan membangun kebersamaan seluruh pegawai di lingkungan Dinas Sosial Kaltim, baik yang berada di dinas maupun UPTD," ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan melibatkan lima unit di lingkungan Dinsos Kaltim yang terdiri dari sekretariat dan empat bidang, serta enam UPTD. Setiap unit diminta mengirimkan perwakilan agar berpartisipasi dalam berbagai perlombaan.
Menurutnya, kebersamaan menjadi salah satu hal penting yang perlu terus dijaga, terlebih pegawai yang bertugas di panti sosial memiliki tanggung jawab pelayanan yang tidak ringan.
"Teman-teman di panti memiliki rutinitas yang cukup berat. Mereka melakukan pembinaan dan rehabilitasi kepada klien yang membutuhkan pelayanan, bahkan ada pelayanan yang berlangsung 24 jam. Karena itu, di sela rutinitas tersebut perlu ada ruang untuk memperkuat silaturahmi," ujarnya.
Ia menyebut, sebagian besar jenis perlombaan yang digelar justru berasal dari usulan para pegawai. Dinsos Kaltim kemudian memfasilitasi agar kegiatan dapat terlaksana selama tidak membebani peserta.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran yang dialokasikan khusus melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim.
"Tidak ada anggaran APBD yang disediakan untuk kegiatan ini. Semuanya berjalan secara swadaya dan atas kreativitas teman-teman. Mereka yang berinisiatif dan mengupayakan sehingga kegiatan ini bisa terlaksana," jelasnya.
Dengan jumlah pegawai Dinsos Kaltim bersama seluruh UPTD mencapai sekitar 300 orang, kegiatan bersama dinilai penting untuk membuka ruang interaksi antar pegawai yang selama ini bekerja di unit berbeda.
Dirinya berharap, momentum peringatan kemerdekaan tidak berhenti sebatas perlombaan, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat patriotisme dan meningkatkan kualitas pelayanan sosial kepada masyarakat.
"Kemerdekaan ini diperoleh dengan perjuangan yang tidak mudah. Kewajiban kita sekarang adalah mengisinya melalui apa yang bisa kita kerjakan. Sebagai pegawai Dinas Sosial dan UPTD, salah satunya dengan memberikan pelayanan terbaik kepada klien sesuai standar," tuturnya.
Awalnya, kegiatan hanya direncanakan berupa lomba memancing karena memiliki cukup banyak peminat. Namun, agar lebih banyak pegawai dapat terlibat, perlombaan kemudian dikembangkan dengan sejumlah permainan tradisional dan hiburan.
"Kalau hanya memancing, peserta lain tentu kurang terlibat. Akhirnya ditambah permainan sederhana dan merakyat yang murah meriah, tetapi bisa diikuti banyak orang sehingga interaksi antarsesama pegawai semakin terbangun," ungkapnya.
Sejumlah perlombaan yang digelar antara lain memancing, karaoke, balap karung, membawa kelereng dengan sendok, memasukkan paku ke dalam botol, makan kerupuk hingga estafet sarung.
Sementara itu, Kepala UPTD PSPAD, Sri Wahyuni, mengatakan seluruh bidang di Dinsos Kaltim dan enam UPTD didorong berpartisipasi dalam rangkaian perlombaan tersebut.
"Perlombaannya bermacam-macam, mulai dari memancing, balap karung, kelereng, makan kerupuk, estafet sarung hingga karaoke. Namun, lomba memancing memang cukup menjadi perhatian karena peminatnya banyak," kata Sri Wahyuni.
Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan mengedepankan semangat gotong royong dan swadaya antarsesama pegawai karena tidak tersedia anggaran khusus untuk perlombaan kemerdekaan.
"Kegiatan ini dilaksanakan secara swadaya. Memang tidak ada anggaran khusus di Dinas Sosial, terlebih saat ini juga ada efisiensi anggaran. Jadi teman-teman bersama-sama berpartisipasi agar kegiatan tetap bisa terlaksana," pungkasnya. (*Yud)