• Sabtu, 05 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala DP3A Kalimantan Timur, Syarifah Alawiyah, Kamis (30/7/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Kalimantan Timur menggelar peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 bertajuk "Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah daerah, lembaga vertikal, organisasi masyarakat, dunia usaha, guru, orang tua, hingga ratusan anak sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah anak.

Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini dikemas dengan beragam kegiatan, mulai dari upacara bendera yang seluruh petugasnya merupakan anak-anak, penampilan seni dan profesi anak, pelayanan publik, edukasi pola asuh keluarga, hingga pameran dari berbagai instansi yang memberikan layanan bagi anak dan keluarga.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengatakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus berkomitmen memberikan perlindungan terhadap hak-hak anak agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

"Momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk terus melindungi anak-anak Kalimantan Timur. Bersama DP3A dan berbagai lembaga yang selama ini bermitra, kami ingin memastikan anak-anak dapat hidup dengan aman, nyaman, serta memperoleh perlindungan yang mereka butuhkan sehingga kelak menjadi sumber daya manusia yang berkualitas bagi Kalimantan Timur," ujarnya.

Menurutnya, hingga saat ini pemerintah belum memiliki program khusus yang berfokus pada pengembangan bakat anak secara terpisah. Namun, berbagai program yang mendukung tumbuh kembang anak akan terus diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga ke daerah terpencil.

"Program khusus untuk pengembangan bakat anak memang belum ada, kecuali bagi anak penyandang disabilitas yang mendapat perhatian secara khusus. Sementara untuk anak-anak secara umum, program-program pendukung akan kami integrasikan ke dalam kurikulum sekolah agar bisa dirasakan sampai ke pelosok desa," katanya.

Sementara itu, Kepala DP3A Kalimantan Timur, Syarifah Alawiyah, mengungkapkan penyelenggaraan peringatan Hari Anak Nasional tahun ini terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, meskipun instansinya tidak memiliki anggaran khusus untuk kegiatan tersebut.

"Kami memang tidak memiliki anggaran khusus untuk kegiatan ini. Namun kami tidak menyerah dan mengajak berbagai lembaga untuk berkolaborasi. Alhamdulillah banyak pihak yang memberikan dukungan sehingga kegiatan ini bisa berlangsung meriah," ungkapnya.

Menurutnya, sejumlah instansi yang terlibat antara lain Baznas, Bank Kaltimtara, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Kesehatan, BKKBN, PKK, Bunda PAUD, Atma Husada, Pelita Bunda, serta berbagai organisasi dan lembaga lainnya.

Ia menjelaskan, salah satu keunikan peringatan Hari Anak Nasional tahun ini adalah pelaksanaan upacara bendera yang seluruh petugasnya merupakan anak-anak. Konsep tersebut sengaja dibuat sebagai bentuk implementasi instruksi pemerintah pusat sekaligus memberi ruang bagi anak-anak agar berpartisipasi secara aktif.

"Instruksi dari pemerintah pusat mengharuskan adanya upacara Hari Anak Nasional. Kami ingin yang menjadi petugas upacara adalah anak-anak, sehingga mereka benar-benar menjadi subjek dalam peringatan ini. Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai pelayanan serta penampilan anak-anak yang memperagakan beragam profesi seperti reporter TVRI, fotografer, dan profesi lainnya," jelasnya.

Selain menghadirkan berbagai hiburan edukatif, DP3A juga membuka layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) dan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA). Melalui layanan tersebut, guru, pendamping, maupun orang tua dapat berkonsultasi langsung dengan psikolog mengenai pola pengasuhan anak yang tepat.

"Kami juga mengajak guru dan para pendamping untuk memanfaatkan layanan PUSPAGA. Di sana tersedia psikolog yang dapat memberikan edukasi mengenai pola asuh yang benar agar anak-anak tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sehat," katanya.

Dirinya menegaskan, perlindungan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Menurutnya, keterlibatan keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, hingga seluruh perangkat daerah menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai persoalan yang mengancam anak saat ini.

Ia menyebut, berbagai tantangan seperti kekerasan terhadap anak, pelecehan seksual, penyalahgunaan media sosial, hingga persoalan penyimpangan perilaku menjadi perhatian serius yang harus dihadapi secara bersama-sama. Karena itu, sejumlah kegiatan seperti fashion show edukatif dan berbagai penampilan anak sengaja dihadirkan untuk mengingatkan pentingnya peran orang tua, khususnya kehadiran ayah dalam membangun ketahanan keluarga.

"Kami berharap DP3A tidak bekerja sendiri. Perlindungan anak membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, masyarakat, guru, orang tua hingga lembaga swasta. Dengan kebersamaan itu, kami berharap anak-anak Kalimantan Timur dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, terlindungi, dan siap membangun masa depan daerah," pungkasnya. (*Yud)



Pasang Iklan
Top