
UMKM di event nonton bareng final piala dunia 2026, Senin (20/7/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Ribuan masyarakat yang memadati Gelora Segiri Samarinda untuk menyaksikan nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 turut membawa berkah bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejumlah pedagang mengaku mengalami lonjakan penjualan selama berlangsungnya acara yang digelar pada Senin (20/7/2026) dini hari tersebut.
Sejak sebelum pertandingan dimulai, kawasan sekitar stadion dipenuhi pedagang makanan dan minuman yang melayani pengunjung. Antusiasme masyarakat yang datang sejak malam hari membuat aktivitas jual beli berlangsung ramai hingga jeda babak pertama.
Salah seorang pedagang kopi keliling, Ahmad Setiawan, mengaku dagangannya laris manis berkat tingginya jumlah penonton yang hadir. Dengan menggunakan gerobak, ia membawa ratusan gelas kopi dalam berbagai varian rasa.
Ahmad mengatakan, dirinya menyiapkan sekitar 400 gelas kopi dengan harga bervariasi mulai Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per gelas. Seluruh dagangannya bahkan sudah habis terjual ketika pertandingan memasuki masa istirahat babak pertama.
"Alhamdulillah, malam ini pembelinya sangat ramai. Saya membawa sekitar 400 cup kopi dan semuanya sudah habis saat jeda babak pertama. Harganya mulai Rp10 ribu sampai Rp15 ribu per cup. Acara seperti ini benar-benar membantu meningkatkan pendapatan kami sebagai pedagang kecil," ujarnya.
Tidak hanya pedagang minuman, berkah serupa juga dirasakan Agus, pedagang pentol bakar yang turut berjualan di lokasi nobar. Ia mengaku, sejak awal pertandingan pembeli terus berdatangan sehingga dagangannya hampir habis sebelum laga berakhir.
Agus menuturkan, dirinya membawa dua boks pentol bakar, dengan masing-masing boks berisi sekitar 500 tusuk. Saat ditemui pada waktu turun minum, dagangannya hanya tersisa sekitar setengah boks dan ia optimistis seluruhnya akan habis terjual sebelum acara selesai.
"Saya membawa dua boks, masing-masing sekitar 500 tusuk pentol bakar. Sampai babak pertama selesai tinggal sekitar setengah boks lagi. Mudah-mudahan nanti setelah pertandingan berakhir semuanya habis terjual karena penontonnya masih terus berdatangan," katanya.
Ramainya transaksi selama penyelenggaraan nobar menunjukkan kegiatan yang menghadirkan banyak masyarakat tidak hanya menjadi hiburan bagi warga, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal. (*Yud)