• Kamis, 07 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala DKP Kukar Muslik.(Foto: Achmad Rizki/KutaiRaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Sejumlah nelayan di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengeluhkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar mencapai Rp 17 ribu per liter.

Kenaikan ini mengakibatkan nelayan tak beroperasi mencari ikan.

Pasalnya, mencari ikan di tengah laut itu tak mudah, namun biaya operasional yang dikeluarkan untuk melaut sudah tinggi.

Camat Muara Badak, Arphan mengatakan, kenaikan harga BBM itu sangat menyulitkan para nelayan di sini.

Pasalnya, para nelayan hingga saat ini belum bisa memperoleh BBM dengan harga murah di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU).

"Para nelayan ini memperoleh solar dengan membeli di warung eceran. Kalau di SPBU harus mengantre dan memiliki barcode khusus, tak bisa menggunakan jerigen," kata Arphan kepada Kutairaya, Selasa (5/5/2026).

Keluhan kenaikan harga BBM ini telah diterima sejak 2 hari lalu.

Atas keluhan itu, pemerintah Kecamatan Muara Badak langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah, untuk mencarikan solusi yang dialami nelayan.

"Kita sudah bersurat ke pemerintah daerah, untuk dapat dicarikan solusi terkait kesulitan nelayan untuk memperoleh BBM Solar dengan harga terjangkau," ucapnya.

Menurutnya, peran pemerintah daerah bisa mendorong Patra Niaga agar memudahkan nelayan Muara Barak mendapatkan solar.

"Muara Badak ini juga tak ada SPBU, biasanya masyarakat setempat mengisi BBM di simpang Bontang," ujarnya.

Ia menyebutkan, ada sekitar 300 nelayan yang mengadu ke pemerintah kecamatan Muara Badak, terkait kesulitan mendapatkan solar dengan harga terjangkau.

"Tiga ratus nelayan ini hanya 2 desa saja, belum nelayan yang ada di desa lainnya," katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar, Muslik menjelaskan, pemerintah daerah telah menerima keluhan para nelayan terkait kesulitan mendapatkan BBM solar.

Ia akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencarikan solusi.

"Kami mendorong Patra Niaga untuk dapat menambah kuota pendistribusian, di wilayah tersebut," ujar Muslik.

Selain itu, kenaikan harga BBM solar juga dipicu karena Kukar ini belum memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).

Sehingga para nelayan hanya bisa membeli di warung eceran.

"Kami terus berupaya untuk mencarikan solusi ini, sudah ada beberapa kecamatan untuk nelayannya mendapatkan BBM bersubsidi itu dengan dititipkan di SPBU terdekat, namun dengan sejumlah persyaratan dan ketentuan yang berlaku," ucapnya. (Ary)



Pasang Iklan
Top