• Jum'at, 24 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Titik Kumpul di Halaman Dispora Kukar sebelum keberangkatan.(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Kabupaten Kutai Kartanegara kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis olahraga atau sport tourism.

Melalui kegiatan Blukar 4x4 yang kini memasuki tahun kelima, pemerintah daerah menghadirkan pengalaman petualangan yang tidak hanya menantang, tetapi juga memperkenalkan kekayaan alam dan budaya hingga ke pelosok wilayah.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kukar, Aji Ali Husni, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan tersebut tahun ini.

"Alhamdulillah, hari ini kegiatan Blukar 4x4 dapat dilaksanakan. Kegiatan ini sendiri umumnya terdiri dari dua jenis, yakni offroad dan overland," ujarnya sebelum keberangkatan, Jumat (24/4/2026).

Namun berbeda dari tahun sebelumnya, Blukar 4x4 kali ini mengusung konsep overland, dengan rute perjalanan panjang yang bahkan menjangkau hingga Kecamatan Tabang.

Ini menjadi langkah baru, mengingat wilayah tersebut sebelumnya belum pernah tersentuh kegiatan serupa.

Menurutnya, pemilihan rute tersebut bukan tanpa alasan. Kawasan seperti Kenohan, Kembang Janggut, hingga Tabang dinilai memiliki potensi besar yang layak diperkenalkan.

"Wilayah-wilayah ini memiliki keindahan alam yang luar biasa, ditambah kekayaan seni budaya dan kearifan lokal yang sangat menarik untuk dikenal lebih luas," jelasnya.

Perjalanan panjang ini dimulai dari Tenggarong, melintasi Kecamatan Sebulu, Muara Kaman, hingga masuk ke desa-desa di Kenohan seperti Sebelimbingan, Tuana Tuha, Teluk Muda, Lamin Telihan, dan Lamin Pulut. Sepanjang rute, peserta tidak hanya menikmati perjalanan, tetapi juga disambut hangat oleh masyarakat setempat melalui pertunjukan seni tradisional.

Memasuki hari pertama, rombongan ditargetkan tiba di Desa Bulusen, Kecamatan Tabang, sekitar pukul lima sore. Di lokasi tersebut, peserta akan berkemah di halaman Lamin Gio. Malam harinya diisi dengan kegiatan santai, berbaur bersama masyarakat dan menikmati pertunjukan seni lokal secara sederhana namun penuh makna.

Hari kedua diisi dengan eksplorasi wilayah sekitar Tabang, termasuk kawasan perkebunan dan destinasi alam seperti air terjun yang menjadi titik berkemah berikutnya. Konsep kegiatan yang mengusung alam terbuka ini menuntut kemandirian peserta, mulai dari perlengkapan pribadi hingga kebutuhan logistik.

"Peserta memang dituntut mandiri. Pembiayaan sebagian besar berasal dari peserta sendiri, termasuk kewajiban memiliki jaminan seperti BPJS. Panitia lebih berperan sebagai fasilitator," tambahnya

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dua malam dengan peserta 100 orang lebih ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pemuda dan Olahraga dengan Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara. (*Zar)



Pasang Iklan
Top