
Ilustrasi gagal ginjal.(Foto: medsos pinterest)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pola hidup tak sehat menjadi salah satu pemicu penyakit gagal ginjal.
Pasalnya, di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sendiri ada sekitar 30-40 orang atau pasien setiap harinya melakukan cuci darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AM Parikesit Tenggarong Seberang.
Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang, Arif Risdianto menjelaskan, penyakit gagal ginjal ini disebabkan dari pola hidup tak sehat, terlebih terhadap jenis makanan dan minuman yang sering dikonsumsi.
"Pola hidup tak sehat bisa menimbulkan penyakit, seperti penyakit gula, tekanan dan lainnya, sehingga terkena ginjal," kata Arif kepada Kutairaya, Kamis (23/4/2026).
Adapun jenis penyakit gagal ginjal, yakni gagal ginjal kronis yang disebabkan oleh penurunan fungsi ginjal jangka panjang.
Kemudian gagal ginjal akut, yang disebabkan penurunan fungsi ginjal tiba-tiba, seringkali bisa disembuhkan.
Maka itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat mengontrol pola makannya, menjalani gaya hidup sehat, kontrol gula dan tekanan serta cukup minum air putih, sehingga terhindarkan dari penyakit gagal ginjal.
"Hal yang perlu diwaspadai perubahan urin, pembengkakan, rasa lelah dan sesak, nyeri pinggang dan lainnya, yang merupakan bentuk gejala umum penyakit gagal ginjal," ucapnya.
Dia berharap seluruh masyarakat bisa paham terkait penyakit gagal ginjal ini, karena penyakit ini sangat membahayakan.
Sementara itu Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Kusnandar mengemukakan, dari informasi yang diterima yang terkonfirmasi penyakit gagal ginjal ini merupakan usia produktif dan disebabkan pola hidup tak sehat.
"Sehingga sangat diperlukan pola hidup sehat bagi seluruh masyarakat Kukar. Lebih baik mencegah daripada harus mengobati," kata Kusnandar.
Terpisah, Kepala BPJS Kesehatan Kukar, Ika Irawati menjelaskan, ada sekitar 6.528 orang yang mengalami penyakit katastropik yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
"Penyakit katastropik itu meliputi, jantung, stroke, kanker, gagal ginjal, thalasemia, sirosis hepatis, hemofilia, leukemia," ucap Ika Irawati. (Ary)