• Jum'at, 24 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kadispora Kukar, Aji Ali Husni.(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Pengadaan Training Center (TC) atlet kembali menjadi sorotan serius jelang pelaksanaan Porprov Kaltim 2026 di Kabupaten Paser.

Isu ini digelontarkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kukar, Rabu (22/4/2026) kemarin, yang menyoroti dampak besar ketiadaan TC terhadap kesiapan atlet daerah.

Salah satu suara tegas datang dari cabang olahraga Kempo. Ketua Kempo Kukar, Ahmad Zulfiansyah menilai, pola pembinaan atlet selama ini perlu dibenahi secara menyeluruh, terutama dalam hal pelaksanaan TC.

"TC ya, nah TC ini kita sudah bedah dengan Dispora. Sebenarnya kita ingin TC khusus, TC khusus itu seluruh cabor itu ditempatkan di satu titik," ujarnya pada RDP Komisi IV DPRD Kukar, Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan, konsep TC terpusat dinilai jauh lebih efektif karena memudahkan pengawasan terhadap atlet, baik dari sisi latihan maupun kebutuhan dasar seperti asupan gizi.

"Kita punya asrama di seberang, karena ini kita bisa memantau kegiatan-kegiatan atlet, baik dari gizinya, dari makanannya. Jadi jangan seperti yang tahun-tahun kemarin," tegasnya.

Ia juga menyoroti sistem sebelumnya yang dinilai kurang efektif karena hanya mengandalkan pemberian dana ke masing-masing cabang olahraga tanpa pengawasan ketat.

"Setiap cabor diberi uang saja, ya semaunya aja. Syukur-syukur kalau cabornya memang mengadakan latihan rutin. Tapi kalau tidak dipantau, ini kan repot," katanya.

Ia berharap, jika anggaran memungkinkan, atlet-atlet potensial bisa dikumpulkan dalam satu wadah TC terpusat agar pembinaan lebih maksimal.

"Minimal atlet-atlet yang memang berpotensi, ini kita jadikan satu wadah di asrama atlet dan kita pantau dari makanannya," tambahnya.

Namun di sisi lain, kendala anggaran menjadi tantangan utama. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kukar, Aji Ali Husni mengungkapkan, dalam struktur anggaran saat ini, program TC belum masuk perencanaan.

"Kalau TC kalau kita lihat memang di dalam anggaran sekarang itu tidak termasuk. Kalau itu dilaksanakan November, maka proses perubahan keuangan itu adanya di bulan Oktober, November, Desember," jelasnya.

Ia menegaskan, kondisi tersebut membuat peluang penambahan anggaran untuk TC menjadi sangat kecil.

"Artinya tidak bisa kita untuk menambah anggaran untuk TC. Secara otomatis kemungkinan TC ini bisa ditiadakan," ujarnya.

Meski demikian, Dispora Kukar tidak tinggal diam. Ia menyebutkan, pihaknya tengah menyiapkan alternatif solusi agar persiapan atlet tetap berjalan.

"Tapi kami akan bicarakan lagi dengan teman-teman ahli di bidang olahraga. Apakah nanti TC ini kita memberikan semacam petunjuk, standar-standar TC mandiri yang dijelaskan ke masing-masing cabor," katanya.

Menurutnya, pendekatan ini diharapkan tetap mampu menyelaraskan program latihan antara pelatih dan kebutuhan teknis tiap cabang olahraga.

"Sehingga target-target juara yang kita targetkan di beberapa cabor ini bisa terlaksana dengan baik," lanjutnya.

Ia juga menekankan, persoalan anggaran memang menjadi realita yang harus dihadapi bersama, sehingga diperlukan fleksibilitas dalam metode pembinaan.

"Kalau hari ini kita ada persoalan TC ini terkait anggaran, tapi metodenya kan bisa kita terapkan di masing-masing cabor," sebutnya.

Kedepannya Dispora berencana melibatkan tenaga ahli untuk menyusun metode latihan yang terstandar, mulai dari penguatan fisik hingga teknik, yang bisa diterapkan oleh seluruh cabang olahraga.

"Metode pada saat pelaksanaan penguatan fisik, penguatan teknik di cabor masing-masing nanti akan dibuatkan," tukasnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top