• Jum'at, 24 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Pedagang Museum Mulawarman Mastiah.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pedagang aksesoris dan suvenir di area Museum Mulawarman Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengeluhkan sepi pembeli.

Pasalnya, dalam satu hari belum tentu pedagang tersebut mendapatkan pengunjung atau konsumen.

Salah seorang pedagang aksesoris, Mastiah mengaku pasrah dengan kondisi penjualan aksesoris di area museum yang sepi.

Ia menuturkan kondisi ramai pengunjung hanya dijumpai saat akhir pekan atau musim libur anak sekolah.

"Kondisi penjualan di sini tiap tahunnya menurun, yang sebelumnya penjualan bisa mencapai sekitar Rp 7 juta, kini menjadi Rp 3 juta per bulan," kata Mastiah kepada Kutairaya, Kamis (23/4/2026).

Ia mengemukakan, saat ini dalam sehari belum tentu mendapatkan konsumen.

Namun sekali dapat konsumen bisa laku produk sekitar Rp 500 ribu.

Adapun produk yang dijualnya, di antaranya aksesoris gelang manik, sandal, baju khas Dayak, tenun ulap doyok dan lainnya.

"Kami berjualan secara tatap muka dari pukul 09.00-17.00 dan tak bisa mempromosikan secara online karena keterbatasan kemampuan," ucapnya.

Menurutnya, sepi pembeli ini juga dipengaruhi oleh perekonomian daerah tak stabil.

Sehingga daya beli masyarakat juga menurun.

Hal senada juga disampaikan penjual lainnya, Wardah.

Ia menuturkan, tingkat kunjungan mulai menurun sejak 2023 lalu.

Ini dikarenakan adanya pembangunan green house di depannya.

"Bangunan ini dinilai mempengaruhi tingkat kunjungan. Karena setiap pengunjung yang datang ke sini mengira tempat ini adalah gudang, padahal terdapat beberapa kios aksesoris," ujar Wardah.

Menurutnya, bangunan green house itu menghalangi pandangan pengunjung terhadap kios aksesoris.

Dia berharap pemerintah daerah dapat membantu untuk meningkatkan penjualan produk lokal.

"Kami bertahan selama ini, karena usaha ini merupakan satu-satunya sumber pendapatan," ujarnya.

Menanggapi hal ini, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah menjelaskan, pemerintah daerah mendorong seluruh pedagang untuk dapat mempromosikan produknya secara online.

"Karena melalui online ini diyakini dapat memberikan perubahan, terhadap tingkat penjualan," kata Sayid.

Ia mengatakan, para pedagang bisa belajar secara mandiri atau lewat keluarganya, dalam mengoperasikan media sosial sebagai media promosi.

"Kami juga setiap ada kunjungan tamu dari luar, akan dibawa ke area Museum Mulawarman dan Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah), untuk melihat kerajinan yang kita miliki," ucapnya. (Ary)



Pasang Iklan
Top