
Ketua DPW Partai NasDem sekaligus Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Celni Pita Sari, Kamis, (23/4/2026).(Foto : Abi/KutaiRaya)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Kaltim Celni Pita Sari, menyebutkan bahwa proses Pergantian Antar Waktu (PAW), untuk kursi Partai NasDem di DPRD Provinsi Kalimantan Timur, kini tinggal menunggu persetujuan dari pemerintah pusat.
Pergantian Antar Waktu (PAW), adalah mekanisme penggantian anggota legislatif yang berhenti sebelum masa jabatannya berakhir, baik karena mengundurkan diri, meninggal dunia, atau diberhentikan, dengan calon pengganti yang biasanya diambil dari daftar perolehan suara terbanyak berikutnya, dalam pemilu yang sama sesuai aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU), sehingga kursi yang kosong tetap terisi tanpa perlu pemilihan ulang.
Menurutnya, seluruh persyaratan administratif dari DPRD Kaltim hingga Partai NasDem telah dinyatakan lengkap.
“Semua syarat sudah clear. Sekarang tinggal menunggu proses dari Mendagri melalui provinsi,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Terkait nama yang akan menggantikan, Celni menegaskan, prosesnya mengikuti ketentuan KPU, yakni berdasarkan perolehan suara terbanyak berikutnya.
“Kalau sesuai aturan KPU, itu Andi Burhanuddin Solong,” jelas Celni yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda.
Namun, untuk jadwal pelantikan, ia mengaku belum dapat memastikan karena sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Selain membahas PAW, Celni juga menyoroti insiden dugaan tindakan represif terhadap jurnalis perempuan, saat aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.
“Kita sangat menyayangkan kejadian itu. Harusnya demo berjalan lancar tanpa ada kericuhan, atau tindakan yang merugikan pihak lain,” katanya.
Ia menduga insiden tersebut terjadi akibat situasi yang tidak kondusif di lapangan, mengingat jumlah massa yang memadati Kantor Gubernur Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Mungkin karena situasi panik di lapangan, sehingga ada wartawan perempuan yang terkena dampaknya,” ujarnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa semua pihak pada dasarnya menjalankan tugas masing-masing.
“Saya yakin semua pihak ingin menjalankan tugasnya dengan baik, baik itu aparat maupun rekan-rekan media,” lanjutnya.
Celni berharap, ke depan tidak ada lagi kejadian serupa dan mendorong pemerintah, untuk lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat.
“Kalau ada demo lagi, saya berharap pemerintah segera menemui dan berdialog dengan massa. Kalau ditanggapi dengan baik, hasilnya juga akan baik,” tandasnya. (*Abi)