
Kabid Penempatan dan Kesempatan Kerja, Distransnaker Kukar Darma Gunawang.(Foto: Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat sebanyak 11.055 pencari kerja hingga 31 Desember 2025.
Data ini dihimpun dari berbagai sumber, mulai dari 20 kecamatan, Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah, hingga Mal Pelayanan Publik (MPP).
Kepala Bidang Penempatan dan Kesempatan Kerja Distransnaker Kukar, Darma Gunawang, menjelaskan angka tersebut merupakan akumulasi pencari kerja yang terdaftar melalui kartu kuning (AK1).
“Data ini kami peroleh dari tiga sumber utama, yakni kecamatan, BKK di SMK dan SMA, serta MPP. Total pencari kerja di Kukar mencapai 11.055 orang per akhir 2025,” ujarnya, Kamis (3/4/2026).
Ia menambahkan, pihaknya saat ini masih melakukan proses rekapitulasi data terbaru untuk periode awal 2026, sehingga belum dapat dipublikasikan secara rinci.
Dalam upaya mengurangi angka pengangguran, Distransnaker Kukar menerapkan 2 strategi utama, yakni peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan serta pengembangan kewirausahaan.
Salah satu program unggulan adalah pelatihan berbasis kompetensi yang mengarah pada sertifikasi keahlian, di antaranya pelatihan welder yang dilaksanakan di Batam.
Dari 3 angkatan yang telah berjalan, seluruh peserta dinyatakan berhasil dan terserap di dunia kerja.
“Untuk angkatan terbaru, sebanyak 13 peserta telah menyelesaikan pelatihan selama 3 bulan lebih di Batam. Seluruhnya sudah mendapatkan sertifikat dan siap masuk ke dunia kerja,” kata Darma.
Selain pelatihan teknis, Distransnaker juga mendorong masyarakat untuk menjadi pelaku usaha mandiri.
Program pembekalan keterampilan difokuskan pada bidang yang memiliki peluang pasar besar, seperti tata boga, barbershop, hingga barista.
Menurut Darma, pelatihan tata boga membuka peluang usaha, seperti katering dan produksi makanan ringan dengan perputaran ekonomi yang cepat.
Sementara itu, pelatihan barbershop dinilai memiliki prospek tinggi karena kebutuhan masyarakat yang terus ada.
“Ke depan, kami punya konsep satu desa satu barbershop. Ini peluang usaha yang realistis karena kebutuhan potong rambut tidak akan pernah hilang,” katanya.
Pelatihan barista juga menjadi perhatian, seiring meningkatnya tren kafe di kalangan generasi muda.
Seluruh peserta pelatihan dibekali kemampuan dasar yang nantinya akan ditingkatkan melalui sertifikasi resmi bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Kami akan tawarkan sertifikasi kepada peserta pelatihan agar mereka memiliki pengakuan kompetensi yang lebih kuat,” tambahnya.
Meskipun demikian, Darma mengakui keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan program.
Saat ini jumlah kegiatan pelatihan mengalami penyesuaian dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu Wakil Bupati Kukar, H. Rendi Solihin, menegaskan pemerintah daerah terus berupaya menekan angka pengangguran dengan meningkatkan keterampilan masyarakat agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Masih banyak masyarakat Kukar yang belum mendapatkan pekerjaan layak. Karena itu, kami fokus membekali mereka dengan keterampilan agar bisa bekerja atau bahkan membuka usaha sendiri,” ujarnya.
Ia berharap berbagai program pelatihan dan pemberdayaan yang dijalankan dapat berdampak signifikan dalam mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Harapannya, ke depan tidak ada lagi pengangguran di Kukar,” ucapnya. (Dri)